Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Menteri Edhy Ajak Tingkatkan Koordinasi Jaga Laut Indonesia

Kamis 14 Nov 2019 10:05 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengambil gambar jalannya rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengambil gambar jalannya rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
PSDKP berperan mengawasi keamanan laut dan iklim usaha perikanan yang kondusif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan potensi sumber daya ikan yang melimpah dan tersebar di seluruh wilayah pengelolaan perikanan (WPP) Indonesia harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan nelayan dan stakeholder kelautan dan perikanan lainnya. Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga tengah berupaya mendorong nelayan-nelayan untuk dapat menjangkau lautan luas dan memanfaatkan berbagai potensi yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga

"Namun, pemanfaatan harus dilakukan secara bijak, benar, legal, dan tidak merusak," ujar Edhy saat memimpin apel siaga Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Pangkalan PSDKP, Jembatan II Barelang, Batam, Rabu (13/11).

Untuk itu, kata Edhy, peran pengawasan yang dijalankan PSDKP di setiap daerah menjadi sangat penting. PSDKP merupakan garda terdepan dalam mengawal dan menjaga sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia. PSDKP juga harus memastikan ketertiban pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Edhy menyebut PSDKP tak sendiri dalam menjalankan peran pengawasan. PSDKP, dia sebut, memerlukan bantuan berbagai pihak lainnya seperti TNI Angkatan Laut, Polisi Perairan (Polair), Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan Kejaksaan.

"Tugas pengawasan ini bukanlah tugas mudah karena Anda harus menyatukan tujuan. Kita perlu membangun komunikasi di setiap sektor karena kita tidak akan bisa menjaga laut sendirian," ucap Edhy.

Meskipun melakukan fungsi pengawasan, Edhy mengatakan, PSDKP juga memiliki peran sangat penting untuk menciptakan iklim usaha kelautan dan perikanan yang kondusif. Untuk itu, ia berpesan agar petugas di lapangan melakukan penertiban dengan cara-cara yang baik kepada nelayan. Jika terdapat pelanggaran, ia meminta agar nelayan diberi pembinaan melalui pendekatan yang baik. Sebaliknya, jika pelanggaran dilakukan oleh para pencuri ikan asing, ia meminta petugas melakukan tindakan tegas.

"Di satu sisi, kita harus membuat nelayan kita nyaman melakukan usahanya, tapi di sisi lain kita juga harus menjadi hantu dan momok bagi para pencuri ikan," lanjut Edhy.

Edhy mengungkapkan, komunikasi yang baik merupakan salah satu kunci untuk menumbuhkan kesadaran hukum bagi nelayan Indonesia. Nelayan dapat dirangkul untuk taat dan patuh terhadap peraturan yang ada dan bersama-sama menjaga lautan Indonesia. Edhy menekankan, setiap jengkal perairan Indonesia harus dijaga demi mewariskan perairan yang subur dan kaya sumber daya ikan serta laut yang indah bagi generasi mendatang.

Guna menunjang kinerja Pangkalan PSDKP, Edhy bertekad memperkuat PSDKP, mulai dari penguatan aspek kelembagaan, penyediaan fasilitas penunjang seperti kapal pengawas, koneksi jaringan komunikasi dan sistem informasi, perlengkapan logistik yang memadai, termasuk penyediaan pangan yang cukup bagi seluruh personel.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA