Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Tim Elit PLN Dituntut Tingkatkan Keandalan Listrik

Sabtu 16 Nov 2019 13:07 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Jaringan listrik PLN, ilustrasi

Jaringan listrik PLN, ilustrasi

PLN terus berupaya meningkatkan teamwork personil

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berupaya meningkatkan teamwork personil dan pengembangan kompetensi tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) atau yang kerap disebut pasukan elit PLN. Upaya tersebut dilakukan lewat kegiatan bertajuk Konvensi PDKB 2019 yang digelar di Malang pada 13-14 November.

Pembina PDKB, Haryanto W.S mengungkapkan, kegiatan ini diikuti 351 peserta yang terdiri dari 276 tim PDKB tegangan menengah dan 75 tim PDKB tegangan tinggi dan ekstra tinggi. Haryanto mengatakan, perusahaannya yang terus tumbuh, harus diimbangi dengan  jaminan keandalan, pembangkit transmisi, dan distribusi listrik dari PLN.

"Sehingga kepercayaan pelanggan kepada PLN akan semakin meningkat. Peran PDKB harus semakin berkembang dan mampu ambil bagian yang lebih besar dalam sisi operasi, baik distribusi, maupun transmisi,” ujar Haryanto melalui siaran persnya, Kamis (14/11).

Haryanto menegaskan, pelaksanaan Konvensi PDKB ini dimaksudkan untu memberikan wadah bagi personil PDKB yang tersebar diseluruh Indonesia. Yakni unuk merefresh kembali semangat dan displin personil PDKB dalam menjalankan tugasnya.

Kegiatan tersebut juga bertujuan meng-update penegtahuan melalui kegiatan knowledge sharing yang diisi materi dari pihak ekternal. Materi yang diberikan meliputi materi peralatan, dan penyelamatan dari ketinggian. Kemudian ada juga materi ekternal yang berkaitan erat dengan pekerjaan dalam keadaan bertegangan.

"Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memiliki kompetensi yang dapat menunjang pekerjaan di lapangan. Dihatapkan pula keberadaan tim PDKB yang dapat menangani gangguan listrik tanpa padam ini dapat menjadi lebih populer di kalangan masyarakat," ujar Haryanto.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA