Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Syarief Hasan Tanggapi Rencana Ahok akan Masuk BUMN

Kamis 14 Nov 2019 12:42 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Teguh Firmansyah

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Syarief menilai banyak kriteria untuk seseorang bisa menjadi pejabat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan merespons kabar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang disebut-sebut bakal memimpin salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Syarief menilai ada banyak kriteria yang harus diperhatikan dalam mengangkat seseorang menjadi pejabat.

"Salah satunya menyangkut masalah integritas, behavior juga merupakan pertimbangan. Sekalipun ini wewenang eksekutif, tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/11).

Ia pun mencontohkan, dalam pemilihan kepala daerah saja ada wacana eks narapidana korupsi dilarang maju pilkada. Seharusnya pemerintah lebih selektif dalam menunjuk pejabat negara.

"Tak boleh hanya karena pertimbangan dia dari pendukung saya, ataupun dari partai saya atau darimanapun, tapi manakala berbicara tentang kepentingan negara dan bangsa, banyak faktor yang harus dipertimbangkan," ujarnya.

Syarief enggan menegaskan sikap Demokrat apakah menerima atau menolak terkait rencana pemerintah menujuk Ahok sebagai pimpinan BUMN.  Ia hanya menekankan bahwa memilih pejabat harus memenuhi sejumlah pertimbangan.

"Kita terikat kepada apa yang dikatakan integritas dan behaviour, integritas di dalam memimpin bangsa ini. Saya pikir itu," tuturnya.

Sebelumnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dikabarkan telah memenuhi panggilan Menteri BUMN, Erick Thohir, pada Rabu (13/11).

Baca Juga

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengungkapkan, Erick sangat berharap Ahok bisa bergabung di salah satu perusahaan BUMN. Namun, Arya tidak mengungkapkan secara pasti BUMN mana yang akan dipimpin mantan orang nomor satu DKI Jakarta ini.

"Sektornya kita belum tahu di mana, posisinya masih dilihat harus melalui persetujuan juga. Yg pasti BUMN strategis," tutur Arya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA