Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Program Bagi-Bagi Ayam di Bandung Masuk Mata Pelajaran

Kamis 14 Nov 2019 15:18 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini

DOC atau bibit anak ayam (ilustrasi)

DOC atau bibit anak ayam (ilustrasi)

Foto: Wikipedia
Bagi-bagi anak ayam akan masuk program pendidikan karakter Disdik Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Program bagi-bagi anak ayam kepada siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang diwacanakan Wali Kota Bandung, Oded M Danial akan masuk sebagai materi dalam mata pelajaran di sekolah. Program akan masuk ke dalam program pendidikan karakter Dinas Pendidikan (Disdik) yaitu Bandung Masagi.

Baca Juga

"Selama ini kita menyiapkan dari sisi teknis. Ini akan menjadi mata pelajaran siswa, apakah SD atau SMP. Kebetulan Disdik punya program melekat terutama Bandung Masagi soal pembentukan karakter," ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Gin Gin Ginanjar, Kamis (14/11).

Secara konsep, ia mengungkapkan bagi-bagi ayam kepada anak SD dan SMP merupakan bentuk pembelajaran. Menurutnya, siswa akan membentuk kelompok yang terdiri atas lima orang. Mereka diharuskan mengamati, membuat laporan, dan membuat kandang, serta memelihara ayam.

"Nanti sekolah membuat kelompok untuk mengamati, membuat laporan dan membuat kandang yang efektif. Satu ayam (untuk) satu kelompok terdiri lima orang," katanya.

Kemudian, ia mengatakan dari lima orang siswa akan dipilih siapa yang memiliki lahan luas untuk memelihara ayam tersebut. Ia mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 1.000 hingga 2.000 ayam untuk program yang terlebih dahulu akan difokuskan di Gedebage dan Cibiru, Bandung.

"Kondisi hari ini agak sulit mencari (ayam) doc. Kita mencari dari berbagai suplier," katanya. Gin Gin memastikan pengadaan ayam tidak bersumber dari anggaran APBD, namun dari komunitas atau masyarakat yang memberikan perhatian pada program tersebut. 

"Program bukan dari APBD tapi dari beberapa komunitas yang akan menyediakan. Kita gak ada anggaran. (Program) dicoba si dua kecamatan dulu Gedebage dan Cibiru. Selanjutnya kita akan mengevaluasi dan mudah-mudahan berhasil," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA