Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Polda Sumut Buru Pembuang Bangkai Babi di Jalanan

Kamis 14 Nov 2019 16:34 WIB

Red: Ratna Puspita

Petugas dengan alat berat memasukkan bangkai babi ke lubang saat akan dikuburkan, di tepi Sungai Bederah, Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019).

Petugas dengan alat berat memasukkan bangkai babi ke lubang saat akan dikuburkan, di tepi Sungai Bederah, Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019).

Foto: Antara/Septianda Perdana
Pembuangan bangkai babi meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan mengatakan polisi memburu pembuang tiga ekor bangkai babi yang dimasukkan ke dalam karung goni, dan ditemukan warga di Jalan Gedung Arca, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Kota. Polisi menyatakan kasus pembuangan bangkai babi di sembarangan tempat itu tidak boleh dibiarkan dan harus diproses secara hukum.

Baca Juga

Ia mengatakan, pemerintah maupun masyarakat segera malaporkan kasus pembuangan bangkai babi itu, ke Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Polsek setempat. Ia mengatakan, kasus pembuangan bangkai babi itu tidak hanya dihanyutkan ke sungai, tetapi juga secara terang-terangan dibuang ke darat.

Hal tersebut sangat keterlaluan, dan harus diantisipasi oleh pemerintah maupun masyarakat. "Perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab itu, tidak hanya meresahkan kalangan masyarakat, melainkan juga merusak lingkungan, di Kota Medan," ujar Nainggolan, di Medan, Kamis (14/11).

Hingga saat ini, belum ada laporan yang diterima di Polda Sumut terkait persoalan hukum bangkai babi yang dibuang ke sungai, dan tempat-tempat lainnya di Kota Medan. Hewan ternak warga dan milik perusahaan peternakan, dilarang membuang ternak yang sudah mati ke dalam sungai, dan di jalan raya, melainkan harus dikubur.

"Hal itu, sudah menjadi ketentuan dan tidak boleh dilanggar, karena dapat berdampak bagi kesehatan masyarakat, dan juga mencemari lingkungan," kata mantan Kapolres Nias Selatan itu.

Setelah sebelumnya dibuang ke sungai, ternyata bangkai babi juga dibuang di jalanan.Tiga ekor bangkai babi yang ditempatkan di dalam karung goni ditemukan warga di Jalan Gedung Arca, Kota Medan.

Kepala lingkungan I kelurahan Pasar Merah Timur Kecamatan Medan Area, Kota Medan, M Irsan di Medan, Kamis (14/11), mengatakan temuan bangkai babi itu berawal dari informasi dan kecurigaan warga ketika mencium aroma tidak sedap dari tiga karung goni di pinggir jalan. 

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, babi yang mati akibat hog cholera atau kolera babi ditemukan di 11 kabupaten/kota di Sumut, yakni Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan,Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir. Ternak babi yang terdata mati akibat hog cholera di Sumut sudah mencapai 5.800 ekor lebih.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA