Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

DKI Siaga Hadapi Ancaman Banjir, 25 Kelurahan Terdata Rawan

Kamis 14 Nov 2019 19:24 WIB

Rep: Amri Amrullah, Antara/ Red: Andri Saubani

Pekerja menyelesaikan pembangunan turap Kali Ancol di Jakarta, Kamis (31/10/2019). Pemasangan turap tersebut untuk menguatkan tanggul serta mengantisipasi banjir saat musim hujan.

Pekerja menyelesaikan pembangunan turap Kali Ancol di Jakarta, Kamis (31/10/2019). Pemasangan turap tersebut untuk menguatkan tanggul serta mengantisipasi banjir saat musim hujan.

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Pemprov DKI Jakarta membangun 987 sumur resapan dan 10 waduk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan yang mulai mengguyur sebagian wilayah Ibu Kota dan sekitarnya berpotensi menimbulkan genangan dan banjir. Pemprov DKI Jakarta pun telah bersiap siaga untuk menghadapi potensi genangan dan banjir yang akan terjadi selama musim hujan.

Kesiapsiagaan telah dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta. Menurut Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Juaini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya preventif.

"Di antaranya seperti membuat sumur resapan, rainwater harvesting, onsite detention, pengerukan di 17 sungai serta lima waduk yang berada di Jakarta dan sekitarnya," jelas Juaini dalam koneferensi kepada wartawan, Kamis (14/11).

Baca Juga

Kelima waduk tersebut antara lain, Waduk Pluit, Waduk Melati, Waduk Teluk Gong, Waduk BPP Poncol, dan Embung Cendrawasih. Tak hanya itu, Juaini mengungkapkan, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta telah membangun 987 titik sumur resapan di lima wilayah di Jakarta. Targetnya 1.000 titik sumur resapan pada tahun 2019, dan keberlanjutan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development Kali Kamal sepanjang 2,2 km, naturalisasi revitalisasi sungai, serta pembangunan waduk di 10 lokasi.

Ke-10 lokasi waduk tersebut yakni, Waduk Cilangkap Giri Kencana, Waduk Cimanggis, Waduk Kp. Rambutan 1 dan 2, Waduk Pondok Rangon, Waduk Pekayon, Situ Rawa Minyak, Embung Lapangan Merah, Embung Semper Barat Cilincing, Embung Cakung Timur, dan Pembangunan Kali sepanjang 8.274 m (September 2019).

Dengan berbagai upaya ini, titik genangan berulang pun tercatat berkurang. “Ada 242 titik laporan genangan berulang dengan 30 lokasi genangan berulang terjadi pada tahun 2017-2018, dan pada tahun 2019 terdapat 14 lokasi genangan. Sehingga, terjadi pengurangan sebanyak 16 lokasi genangan berulang,” ujar Juaini.

Untuk menangani genangan maupun banjir pada musim hujan, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan beragam teknologi mutakhir, antara lain pompa mobile sejumlah 133 unit dengan kapasitas 28,512 m3/dt, pompa stationer sejumlah 457 unit di 165 lokasi dengan kapasitas 489,01 m3/dt, pintu air 231 unit, excavator amphibi untuk pengerukan waduk, combi jetting yang digunakan untuk penyedotan lumpur saluran drainase, AWLR (automatic water level recorder) di 21 lokasi, serta CCTV  sejumlah 103 unit.

"Selain itu, sebanyak 7.889 personil pun dikerahkan, dengan dilengkapi alat berat 260 unit dan dump truck 461 unit," imbuhnya.

Sejalan dengan upaya antisipasi genangan dan banjir oleh Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta juga melakukan percepatan akses informasi dan kedaruratan. Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta, Subejo memaparkan, pihaknya juga memiliki inovasi layanan yang menggunakan teknologi informasi.

BPBD DKI Jakarta menyediakan sistem peringatan bencana (DWS) di beberapa kelurahan rawan banjir, pengiriman SMS blast sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat yang berada di bantaran sungai. Untuk penanganan bencana, Subejo menambahkan, BPBD Provinsi DKI Jakarta telah membentuk Tim Pendukung Penanganan Bencana yang dipimpin oleh pejabat eselon III sesuai Korwil masing-masing.


“Tim tersebut melakukan piket 24 jam untuk memantau situasi / kejadian kebencanaan di seluruh wilayah dan melakukan penanganan apabila terjadi bencana. Tim Pendukung Penanganan Bencana melakukan pendistribusian bantuan ke lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan SKPD terkait serta NGO/relawan untuk penanganan banjir,” ungkap Subejo.

25 kelurahan rawan banjir

Sebanyak 25 kelurahan di empat wilayah DKI Jakarta masuk dalam kategori rawan banjir pada pada 2019. Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD yang dirilis dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/11), 25 kelurahan tersebut berada di 17 kecamatan yang tersebar di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Sebanyak 25 kelurahan tersebut, yakni di Jakarta Barat: Rawa Buaya, Tegal Alur, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Kembangan Utara; Jakarta Selatan: Cipete Utara, Petogogan, Cipulir, Pondok Pinang, Rawajati, Ulujami, Pondok Labu, Bangka, Pejaten Timur dan Jati Padang.

Adapun di Jakarta Timur: Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, Cipinang Melayu, Makasar, Rambutan. Untuk Jakarta Utara, yakni Pademangan Barat, Pluit dan Penjaringan.

Kepala BPBD DKI Jakarta Subejo mengatakan data tersebut adalah analisis tiga tahun terakhir dengan parameter ketinggian air di atas 100 centimeter(cm), surut banjir lebih dari 24 jam dan jumlah pengungsi. "Mereka ada di daerah cekungan dan bantaran," kata Subejo.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA