Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Selatan Sukabumi Diterjang Angin Kencang, 14 Rumah Rusak

Kamis 14 Nov 2019 17:36 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Israr Itah

Rumah rusak diterjang angin kencang. (ilustrasi)

Rumah rusak diterjang angin kencang. (ilustrasi)

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Kerugian akibat bencana angin kencang tersebut ditaksir mencapai sebesar Rp 7,5 Juta.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Bencana angin kencang atau puting beliung melanda selatan Kabupaten Sukabumi, Kamis (14/11) siang. Dampaknya, belasan rumah warga di Dusun I Tegal Panjang Kampung Leuwi Peuteuy, Desa Sukajadi, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi mengalami kerusakan.

Baca Juga

Data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. "Rumah terdampak sebanyak 14 unit rumah," ujar Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada wartawan Kamis sore.

Kerugian akibat bencana angin kencang tersebut ditaksir mencapai sebesar Rp 7,5 Juta. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.

Upaya penanganan sementara lanjut Daeng, unsur kecamatan, serta pihak desa bersama-sama dengan warga secara swadaya memperbaiki rumah yang rusak. Kebanyakan rumah rusak seperti genteng yang berjatuhan akibat angin kencang. Hingga kini, proses pendataan masih dilakukan petugas di lapangan.

Sebelumya, bencana angin kencang melanda Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada Rabu (13/11) sore lalu. Dampaknya  satu unit rumah warga mengalami kerusakan dan pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik PLN.

"Rumah yang ambruk terdapat di Kampung Kalaparea RT 02 RW 09 Desa Kalaparea Kecamatan Nagrak,’’ ujar Daeng. Rumah yang rusak tersebut ditempati satu kepala keluarga (KK) atau dihuni empat jiwa. Bagian rumah yang ambruk adalah dapur dan kamar mandi. 

Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa karena pada saat kejadian pemilik rumah dan anggota keluarga lainnya sedang berada di luar. Berdasarkan verifikasi lapangan kategori kerusakan adalah sedang dengan kerugian sekitar Rp 15 juta. 

Selain merusak rumah kata Daeng, angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang di Kampung Cikanyere RT 02 RW 07 Desa Cisarua Kecamatan Nagrak. "Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan tersangkut di kabel jaringan listrik PLN," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA