Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Paduan Tenun Baduy-Katun Hadirkan Koleksi Ramah Lingkungan

Senin 04 Nov 2019 11:17 WIB

Rep: Yuni Arta Sinambela (cek n ricek)/ Red: Yuni Arta Sinambela (cek n ricek)

Foto: Yuni Arta Sinambela/Ceknricek.com

Foto: Yuni Arta Sinambela/Ceknricek.com

Katun mudah menyerap keringat dan tidak membuat badan jadi bau.

CEKNRICEK.COM -- Tantangan industri mode sekarang ini tak hanya mempertahankan brand agar tetap eksis, melainkan juga ikut gerakan sustainable atau berkelanjutan. Salah satunya dengan penggunaan bahan serta produksi yang ramah lingkungan.

Lekat adalah salah satu merek lokal yang biasanya menghadirkan kain tenun Baduy. Kali ini mereka meluncurkan lini kedua Lekat Dua untuk melengkapi gaya busana sehari-hari.

Amanda sebagai Creative Director mengatakan koleksi ready to wear ini menggunakan produksi bahan yang lebih terjangkau. ''Biasanya Lekat memakai kain tenun Baduy, tapi ini semuanya dari bahan katun dengan bekerja sama Lucky Print untuk memproduksi bahan yang affordable, masif dan juga ramah lingkungan," kata Amanda dalam acara fashion show Cotton USA di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. 

Foto: Yuni Arta Sinambela/Ceknricek.com

Menurut dia, penggunaan bahan katun juga sangat cocok di Indonesia bila dibanding dengan polyester. Selain nyaman, katun mudah menyerap keringat dan tidak membuat badan jadi bau. 

Baca Juga: 40 Tampilan Koleksi Wanita Urban yang Elegan

"Saya puas pakai katun. Kalau pakai polyester, itu tidak nyaman karena memang tidak menyerap keringat. Kalau pencuciannya, bahan polyester juga jadi tidak bagus," jelasnya. 

Sebanyak sembilan tampilan yang dipamerkan koleksi berpotongan geometris ini dihadirkan dengan bergaya kasual formal, terdiri dari atasan, bawahan, dress dan outer.

"Kalau Lekat kan orang kenalnya Baduy dan second line ini lebih terjangkau,'' katanya. ''Masih ada Baduy-nya juga, tapi sedikit dan tidak terlalu mahal.''

Bagi dia, katun yang ramah lingkungan merupakan seratus persen dari kapas. Yang bahan-bahannya bisa untuk didaur ulang dan tidak memakai bahan kimia. 

BACA JUGA: Cek FILM & MUSIK, Persepektif Ceknricek.com, Klik di Sini


Editor: ThomasRizal

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ceknricek.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ceknricek.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA