Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

BMKG Belum Akhiri Peringatan Dini Tsunami Gempa Maluku Utara

Jumat 15 Nov 2019 00:30 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Gita Amanda

Gempa juga pernah menerjang Desa Tomara, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (15/7) lalu. Gempa kembali melanda Maluku Utara, kini di wilayah barat laut Jailolo. Menurut BMKG gempa berpotensi tsunami.

Gempa juga pernah menerjang Desa Tomara, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (15/7) lalu. Gempa kembali melanda Maluku Utara, kini di wilayah barat laut Jailolo. Menurut BMKG gempa berpotensi tsunami.

Foto: Antara/Ona
Sekitar satu jam setelah gempa BMKG belum mengakhiri peringatan tsunami.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gempa berkekuatan 7,1 skala Richter mengguncang Maluku Utara pada pukul 23.17 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami. Hingga berita ini diturunkan, sekitar satu jam setelah gempa, BMKG belum mengakhiri peringatan tsunami.

Kabid Diseminasi Iklim & Kualitas Udara BMKG Hary Djatmiko mengatakan hasil evaluasi monitoring gempa, kejadian ini berpotensi terjadi tsunami. Ia meminta wilayah Minahasa Utara dan Minahasa bahian selaran waspada.

"Waktu tiba gelombang dapat berbeda. Gelombang yang pertama bisa saja bukan yang terbesar," ujarnya seperti dalam siaran pers, yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/11).

Sebelumnya BMKG merilis gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 kemudian BMKN merivisi kekuatan gempa menjad 7,1 SR. Hary Djatmiko mengatakan, gempa memiliki kedalaman 10 kilometer (km). Titik gempa berada 134 km Barat Laut Jailolo-Malut.

Harry menambahkan, daerah yang berpotensi tsunami berdasarkan pemodelan yaitu di Kota/ Kabupaten (Provinsi) Halmahera Maluku Utara dengan status waspada, kemudian Kota Bitung Sulawesi Utara dengan status waspada. Kemudian di Kota Ternate Maluku Utara dengan status waspada.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA