Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Politikus PKB Minta Ada Seleksi Ketat untuk Krakatau Steel

Jumat 15 Nov 2019 12:01 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Politikus PKB Maman Imanulhaq

Politikus PKB Maman Imanulhaq

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Pendapat ini menyusul ditangkapnya pegawai Krakatau Steel atas dugaan terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq menyebut, BUMN maupun instansi pemerintah harus melakukan uji komitmen kebangsaan dalam merekrut pegawai. Pendapat ini disampaikan Maman menyusul ditangkapnya seorang pegawai Krakatau Steel atas dugaan terorisme.

Baca Juga

"Mengantisipasi paham radikal dan teror masuk di ASN atau BUMN pertama memang perlu ada seeksi yang ketat bagi siapapun yang mau masuk BUMN, ASN termasuk dites bagaimana komitmen kebangsaannya soal ideologi pancasila soal NKRI," kata politikus PKB ini, Jumat (15/11).

Maman menilai, harus ada pembinaan yang terus menerus dari BUMN. Ia mengusulkan agar tempat ibadah di BUMN tidak dipegang sembarangan.

Menurut dia, tempat ibadah minimal dipegang eselon II atau setingkat direktur. "Supaya bisa terlihat kalau ada suatu masjid mengajarkan paham radikal terorisme dan sebagainya itu tinggal dipertanggung jawabkan adalah direktur tersebut," kata Maman.

Ia pun meminta pemerintah secara masif melakukan upaya yang sistematis untuk menjaga jangan sampai ASN atau BUMN terlibat terorisme. Maman meminta pemerintah memanggil tokoh agama yang juga mengajarkan nilai kebangsaan.

"Jangan sampai terjadi pembiaran di beberapa BUMN termasuk di Kemenkeu dan juga beberapa kementerian yang dibiarkan kelompok radikal itu mengusai beberapa teman, apalagi kalo menjalar ke TNI dan Polri," ucap Maman.

Sebelumnya, Corporate Secretary Krakatau Steel Pria Utama mengatakan, terduga teroris yang ditangkap adalah karyawan dengan level staf setingkat supervisor. "Berdasarkan informasi yang kami peroleh, yang bersangkutan adalah karyawan level staf setingkat supervisor di Krakatau Steel dan bukan merupakan petinggi atau level manajemen di Krakatau Steel," ujar pria dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Kamis (14/11).

Pria mengatakan, manajemen Krakatau Steel mendukung langkah-langkah yang dilakukan aparatur hukum dalam rangka memerangi terorisme di Indonesia. Krakatau Steel juga menyerahkan terduga teroris untuk menjalani proses hukum.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA