Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Polri: 1 dari 3 Terduga Teroris Karyawan Krakatau Steel

Jumat 15 Nov 2019 14:05 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra

Foto: Republika TV/Wibisono
Tiga terduga teroris di Banten diduga terlibat jaringan JAD Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap tiga terduga teroris di Banten. Polisi menyebut, salah satu terduga teroris itu merupakan karyawan dari PT Krakatau Steel (Persero).  

Baca Juga

"Benar, (salah satu terduga teroris) karyawan Krakatau Steel," kata Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra, saat dikonfirmasi, Jumat (15/11).

Pascaledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Tim Densus 88 Polri menangkap empat terduga teroris di beberapa wilayah berbeda, Rabu (13/11). Tiga terduga teroris ditangkap di Banten, dan satu orang lagi di Jawa Tengah. 

Tiga terduga teroris di Banten diduga terlibat jaringan JAD Banten. Sedangkan satu terduga teroris yang ditangkap di Jawa Tengah masih dalam pemeriksaan. 

"Dugaan sementara keterlibatan tiga orang yang di Banten adalah dugaan jaringan JAD Banten. Kemudian yang di Jawa Tengah masih dikembangkan," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (14/11).

Namun, Dedi belum mengungkapkan identitas para terduga teroris itu. Ia hanya menyebut, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, di antara empat tersangka itu bahkan ada yang sudah mengikut perang bersama ISIS di Syria. 

"Empat tersangka tersebut ada tersangka yang juga pernah mengikuti aidat atau latihan militer dan ada juga yang sudah mengikuti perang bersama ISIS di Syria. Saat ini sedang dikembangkan oleh Tim Densus 88," jelas Dedi. 

Sementara itu, Manajemen Krakatau Steel mengakui bahwa salah satu karyawan yang ditangkap oleh Densus 88 adalah karyawan perusahaan yang bergerak pada industri baja tersebut. Sekretaris Perusahaan Krakatau Steel, Pria Utama mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh, karyawan Krakatau Steel yang ditangkap Densus 88 adalah karyawan level staf setingkat supervisor di perseroan.

Ia menegaskan karyawan itu bukan merupakan petinggi atau level manajemen. "Manajemen mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh aparatur hukum dalam rangka memerangi terorisme di Indonesia," katanya, Kamis.

Ia menambahkan atas penangkapan itu, segenap manajemen tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA