Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Ma'ruf: Pencegahan Radikalisme Harus Dimulai Sejak Dini

Jumat 15 Nov 2019 15:19 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden Maruf Amin.

Wakil Presiden Maruf Amin.

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Ma'ruf menyebut pendidikan pencegahan radikalisme harus dimulai sejak anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai penanganan radikalisme harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir. Menurut Ma'ruf, ini penting karena gerakan radikalisme sudah menyasar berbagai elemen masyarakat Indonesia. Hal itu disampaikan Ma'ruf menyusul bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Selasa lalu.

Karena itu, ia menilai pencegahan radikalisme harus dimulai dengan pendidikan sejak dini kepada anak-anak. Sebab, Ma'ruf khawatir bibit-bibit radikalisme sudah mulai ditanamkan sejak anak pendidikan usia dini (PAUD).

"Bukan hanya dari SD, dari PAUD ini sudah mulai ada gejala, ya, dari taman kanak-kanak seperti membawa poster-poster tokoh-tokoh yang justru tokoh-tokoh radikal dikenalkan kepada PAUD, kemudian dari SD," ujar Ma'ruf saat diwawancarai wartawan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (15/11).

Karenanya, Ma'ruf menekankan agar anak-anak dibekali pengetahuan sejak dini tentang kerukunan agama dam toleransi. Menurutnya, jangan kemudian dibangun narasi konflik sejak dini. "Jangan narasi narasi seperti orang berhadap-hadapan, Islam, kafir, terus dihadap -hadapkan gitu, saling membenci dan saling memusuhi, kan yang harus kita narasinya itu narasi kerukunan," kata Ma'ruf.

Selain itu, Ma'ruf menekankan penanganan dari hulu dengan memberantas sumber-sumber penyebab gerakan radikalisme, baik dari dalam negeri maupun pengaruh dari luar. Sebab, menurutnya, pihak di luar negeri juga kerap mempengaruhi gerakan radikalisme yang ada di Indonesia.

 "Pengaruh-pengaruh orang yang di luar negeri atau sekolah di luar negeri pulang ke sini, belum ada komitmen kebangsaannya, itu juga harus ditangani," ujar Ma'ruf.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA