Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Bangkai Babi Cemari Lingkungan dan Jalan Sudah Seperti Teror

Jumat 15 Nov 2019 15:20 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas dengan alat berat memasukkan bangkai babi ke lubang saat akan dikuburkan, di tepi Sungai Bederah, Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019).

Petugas dengan alat berat memasukkan bangkai babi ke lubang saat akan dikuburkan, di tepi Sungai Bederah, Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019).

Foto: Antara/Septianda Perdana
Bau menyengat dari karung berisi bangkai babi di tepi jalan pun tercium warga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bangkai babi di Kota Medan tidak hanya hanya mengotori sungai dan danau, tapi juga berserakan di jalanan. Akibatnya bau menyengat dari karung berisi bangkai babi di tepi jalan pun tercium warga. Hal ini tentu meresahkan warga Medan dan sekitarnya, mengingat bangkai babi ini terindikasi terpapar virus kolera.

Baca Juga

Anggota DPRD Medan Hendra DS, sangat menyesalkan kejadian bangkai babi ini. Seharusnya peternak babi memikirkan dampaknya dengan tidak membuang sembarangan bangkai babinya. "Ini sudah mengarah seperti teror ke warga medan. Saat ini, sungai, danau dan jalanan yang ada di kawasan Medan sudah dikotori oleh bangkai babi," kecam Hendra saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (15/11).

Politikus Partai Hanura itu mengatakan bahwa DPRD sendiri meminta kepada pihak terkait untuk segera menuntaskan persoalan ini. Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta pihak berwajib untuk menangkap pembuang bangkai babi tersebut. Sehingga dengan ditangkapnya pelaku pembuang bangkai babi tidak timbul persoalan sosial di tengah kehidupan warga kota Medan.

Selanjutnya, Hendra menghimbau agar warga tetap tenang dan menjaga kerukunan. Sedangkan untuk pembuang bangkai babi untuk tidak mengulang perbuatannya. Jika mereka masih ada babinya yang mati segera berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menanyakan perihal penguburan bangkai babi. "Jangan lagi membuang sembarangan karena selain menyebarkan penyakit bisa menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat," tutur Hendra.

Sebelumnya, tercatat ada 5.800 ekor babi dilaporkan mati dari 11 kabupaten di Medan. Di antaranya di Dairi, Humbang Husundutan, Dedi Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Samosir. Kemudian ditemukan puluhan bangkai babi mengambang di Sungai Bederah. Terus  tiga ekor bangkai babi dalam karung goni ditemukan warga di kawasan Jalan Gedung Arca, Kota Medan, Kamis (14/11).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA