Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Kubu Airlangga Sambut Baik Usulan Aklamasi dalam Munas

Jumat 15 Nov 2019 15:25 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada Rapimnas Partai Golkar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada Rapimnas Partai Golkar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Aklamasi dinilai akan berdampak baik buat Partai Golkar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie ingin semua calon ketua umum partai bisa musyawarah mufakat atau aklamasi pada Musyawarah Nasional (Munas) Desember mendatang.

Baca Juga

Mendengar hal itu, Ketua Koordinasi Bidang Perekonomian Partai Golkar, Azis Syamsuddin yang berafiliasi dengan Airlangga Hartarto menyambut baik hal tersebut.

"Mudah-mudahan itu bisa tercapai untuk kebesaran bangsa. Di mana salah satunya Golkar sebagai pendukung pemerintahan Pak Jokowi-Ma'ruf Amin," ujar Azis di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/11).

Ia mengatakan, aklamasi dapat terjadi jika ada kata mufakat dari setiap pemilik suara pada Munas 2019. Hal itu juga akan berdampak baik kepada Partai Golkar, karena semua pihak setuju dengan ditunjuknya salah satu calon ketua umum.

"Mudah-mudahan tanda-tanda itu diijabah oleh Allah dan kemudian menjadikan harapan kita semua," ujar Azis.

Terkait adanya isu-isu negatif yang beredar jelang Munas, Azis mengimbau semua pihak untuk tak mengurusi hal yang belum terbukti. Ia berharap semua calon ketua umum Partai Golkar bersatu demi kelancaran Munas nanti.

"Saya bilang kalau ada faktanya silahkan, hal yang tidak perlu kita diskusikan jangan kita diskusikan karena pekerjaan banyak," ujar Azis.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie ingin Partai Golkar di tahun 2024 harus bisa mencalonkan presiden atau wakil presiden dari kader partai sendiri. Oleh karenanya, Munas ke depan harus bisa menyatukan kekuatan.

"Kita pikirkan agar bagaimana beberapa calon ketum yang ada bisa berunding sehingga bisa menelurkan musyawarah mufakat. Kita kesampingkan ego-ego yang ada. Di situlah, Golkar akan menjadi pemenang," ujar pria yang akrab disapa Ical itu.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA