Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Kubu Bamsoet Sebut Rapimnas Partai Golkar Mencekam

Sabtu 16 Nov 2019 10:04 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Rapimnas Partai Golkar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Rapimnas Partai Golkar di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Kubu Bamsoet mengaku merasakan adanya intimidasi psikologis pada rapimnas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga mengungkapkan situasi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (14/11), berlangsung mencekam. Ia mengungkapkan, kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet)  mengaku merasakan adanya intimidasi psikologis.

Baca Juga

"Kita tidak pernah merasakan suasana Rapimnas semencekam itu. Suasana yang tidak kondusif, intimidasi psikologis yang luar biasa, yang membuat banyak kawan-kawan tidak nyaman," ujar Andi Sinulingga dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11).

Andi menilai ada sesuatu yang janggal dalam Rapimnas Partai Golkar di Hotel Ritz-Carlton itu. Sebab, Rapimnas sama sekali tidak memuat atau membicarakan substansi apa yang mau dibawa ke Munas.

"Menurut kami, Partai Golkar ini semakin tidak punya gagasan dan ide sebagaimana pernah konsepkan menjadikan partai ini The Party of Ideas," tuturnya.

Hal senada diungkapkan pula oleh Wakil Sekjen Partai Golkar Viktus Murin. Viktus menegaskan situasi Rapimnas Partai Golkar juga menimbulkan tafsir konflik internal baru bagi partai berlambang beringin itu. 

"Saya perlu sampaikan bahwa situasi Rapimnas yang telah selesai menimbulkan tafsir konflik internal baru. Forum Rapimnas yang seharusnya membahas pelaksanan Munas telah bergeser, disetting seolah Munas yang prematur. Ini membahayakan soliditas Partai Golkar," ujar Viktus. 

Viktus menegaskan pihaknya akan tetap menjaga marwah Partai Golkar. Viktus mengatakan ia berkomitmen untuk terus mengawal Partai Golkar sampai Munas. 

"Kita akan mengawal Partai Golkar selamat sampai Munas dan kepemimpinan yang baru. Kami optimis untuk itu," tegas Viktus. 

Viktus menuturkan pandangan umum terkait dukungan terhadap calon tertentu dalam Rapimnas tidak mencerminkan suara mayoritas. Suara dalam Rapimnas tersebut belum merepresentasikan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II Partai Golkar.

"Dukung mendukung ke calon ketua umum tadi malam di forum Rapimnas yang seharusnya itu disampaikan di dalam Munas, itu bagi kami tidak mencerminkan suara mayoritas. Suara DPD Provinsi dari 34 provinsi juga belum bisa merepresentasikan kemajemukan di tubuh Partai Golkar," tandasnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA