Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

445 Petugas Dikerahkan Padamkan Kebakaran Gunung Lawu

Ahad 17 Nov 2019 07:16 WIB

Red: Ani Nursalikah

Sejumlah pendaki Gunung Lawu berada di gerbang jalur pendakian Cemorosewu di Magetan, Jawa Timur.

Sejumlah pendaki Gunung Lawu berada di gerbang jalur pendakian Cemorosewu di Magetan, Jawa Timur.

Foto: Antara/Siswowidodo
Pemadaman Gunung Lawu dilakukan secara manual.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- Sebanyak 445 personel gabungan dilibatkan untuk memadamkan kebakaran hutan yang masih terjadi di lereng Gunung Lawu di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Ferry Yoga Saputra mengatakan petugas gabungan tersebut berasal dari berbagai instansi, seperti Perhutani KPH Lawu Ds, BPBD Magetan, TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat sekitar.

"Hingga kini api belum padam. Angin yang cukup kencang dan lokasi kebakaran yang berada di jurang terjal menyulitkan petugas untuk memadamkan api. Apalagi, pemadaman hanya dilakukan secara manual," ujar Ferry kepada wartawan, Sabtu (17/11).

Menurut dia, ratusan personel tersebut dibagi menjadi empat regu yang disebar di beberapa titik kebakaran. Pemadaman api dilakukan sejak pagi hingga sore hari.

"Sementara untuk malam hari kegiatan pemadaman dihentikan karena gelap. Namun demikian, petugas tetap melakukan pemantauan," kata dia.

Hutan yang ada di lereng Gunung Lawu sisi wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur terbakar dan hingga Sabtu malam ini belum dapat dipadamkan. Data BKPH Lawu Selatan mencatat kebakaran terpantau sejak hari Jumat (15/11) siang. Awalnya yang terbakar merupakan bagian bawah hutan pinus di petak 57 RPH Bedagung masuk wilayah Kecamatan Panekan, Magetan.

Baca Juga

Angin yang kencang, membuat api meluas hingga memasuki wilayah tiga desa, yakni Desa Bedagung, Sukowidi, dan Ngiliran di Kecamatan Panekan. Meski api belum dapat dipadamkan, petugas memastikan kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu tersebut tergolong jauh dari permukiman warga.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA