Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Partai Gelora: Tidak Benar Gembosi PKS

Ahad 17 Nov 2019 14:12 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Demokrasi Politik

Ilustrasi Demokrasi Politik

Foto: republika
Kepindahan ribuan kader PKS di Kalsel merupakan hak pribadi seseorang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Kalimantan Selatan (Kalsel) H Riswandi membantah partai politiknya yang baru berdiri menggembosi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terutama di provinsinya. Sanggahan mantan politikus PKS yang tiga periode menjadi anggota DPRD Kalsel tersebut dilontarkan sebelum acara konsolidasi Gelora Kalsel periode 2019-2024 di Hotel Zuri Ekspress Banjarmasin, Ahad (17/11).

Baca Juga

Mengenai isu kepindahan ribuan kader PKS di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel ke Partai Gelora, dia menyatakan, hal itu hak pribadi seseorang. "Kita tidak bisa melarang mereka yang pindah partai politik (Parpol), karena itu hak seseorang," tegas mantan pegawai Departemen Keuangan (Depkeu) Republik Indonesia yang terjun ke dunia politik awal tahun 2000-an tersebut.

Ia optimistis, walau Gelora baru mendeklarasikan diri pada 10 November lalu atau bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2019, akan bisa ikut Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. "Pasalnya kami sejak jauh-jauh hari sudah menyiapkan perangkat lunak seperti sumber daya manusia (SDM) maupun perangkat keras berupa Sekretariat agar bisa lolos dalam verifikasi nanti," tegasnya.

Ketika ditanya, apakah juga optimistis Gelora bisa masuk menjadi wakil rakyat, baik pada tingkat pusat maupun daerah (provinsi serta kabupaten/kota), dia mengatakan, lihat saja perkembangan nanti. Laki-laki kelahiran 1969 yang bergelar sarjana ilmu pemerintahan itu mengapresiasi pertanyaan tersebut yang beranjak dari pengalaman Pemilu 2019 banyak parpol yang tidak berhasil mendapatkan kursi legislatif seperti hanya di Kalsel.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas pertanyaan yang cukup menggelitik itu, sehingga membuat kami harus lebih berhati-hati serta berbuat lebih banyak lagi," ujarnya didampingi Sekretaris DPW Gelora Kalsel Wahyudi yang juga mantan kader PKS.

"Belajar dari pengalaman Pemilu 2019 dan Pemilu-pemilu sebelumnya itulah, kami membuat strategi serta kiat-kiat untuk bisa ekses pada lembaga legislatif," lanjut laki-laki berkumis tipis dan berdarah Minang, Sumatera Barat (Sumber) yang sudah kebanjar-banjaran Kalsel itu.

Ia menambahkan, Partai Gelora yang berasakan Pancasila terbuka buat semua elemen masyarakat/bangsa. "Karena kami dari Gelora berpendapat, Pancasila itu sudah final sebagai dasar dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tegasnya.

"Namun Partai Gelora mempunyai ciri khas karakter yaitu Islam (mengedepankan nilai-nilai kebenaran sesuai tuntunan agama), Nasionalis, Demokrasi dan Kesejahteraan atau dengan singkatan Indek," demikian Riswandi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA