Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Hati Ardi-Ardan Berhasil Dipisahkan

Senin 18 Nov 2019 06:19 WIB

Rep: Heni Pratiwi/Antara/ Red: Bilal Ramadhan

Ayah Ardi-Ardan, Berry Firdaus.

Ayah Ardi-Ardan, Berry Firdaus.

Foto: Heni Pratiwi
Dua kembar siam dari Lampung dan Bekasi menunggu untuk dioperasi.

REPUBLIKA.CO.ID, Tim dokter Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita mengungkapkan, telah memisahkan organ hati kembar siam Ardi dan Ardan yang ternyata menempel satu sama lain. Dokter penanggung jawab operasi pemisahan Ardi dan Ardan, dr Alexandra Sp BA mengatakan, Ardi dan Ardan memiliki organ hati masing-masing, dan proporsinya telah diketahui.

"Keduanya memang sudah punya hati masing-masing, hanya karena kembar siam hati mereka menempel. Jadi, ketika dipisahkan, mereka masing-masing punya hati," kata Alex, Sabtu (16/11).

Organ hati yang sebelumnya dempet, berhasil dipisahkan pukul 11.40 WIB. Proporsi kedua hati bayi kembar tersebut dipastikan sama. Namun, karena tubuh Ardan lebih besar, hati untuk Ardan juga tampak lebih besar dibandingkan milik Ardi.

Ketua Tim Operasi dr Edy Jo Siswanto mengatakan, kondisi hati yang menempel sudah diprediksi oleh tim dokter sedari awal. "Hanya bagian hati Ardan sepertinya lebih besar dibanding punya Ardi, jadi kita potong bagian lipatan pertengahan," kata Edy.

Sementara itu, untuk organ dalam tubuh lainnya yang dikhawatirkan ikut menempel seperti usus, rupanya tampak terpisah setelah dilakukan pembedahan. Operasi pemisahan organ tubuh buah hati berusia 14 bulan pasangan Berry dan Hesti tersebut berlangsung 10 jam dan selesai pukul 16.00 WIB. Waktu tersebut lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, yakni 16 jam operasi.

Operasi tersebut melibatkan 30 tim dokter berbagai spesialis dari beberapa rumah sakit, di antaranya dari RSAB Harapan Kita, Pusat Jantung Harapan Kita, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Pusat Kanker Nasional Dharmais dan Rumah Sakit Carolus.

Dokter spesialis yang dilibatkan dalam operasi hingga pemulihan di antaranya spesialis bedah anak, thoraks kardio vaskular, bedah plastik, anestesi, anak, radiologi, patologi klinik dan spesialis rehabilitasi medik.

Orang tua Ardi-Ardan, Berry Firdaus mengaku, turut mengucapkan rasanya syukurnya dan merasa haru bahagia atas perjuangannya selama ini. Ia menambahkan, operasi pemisahan ini merupakan salah satu harapan yang ia inginkan untuk kebaikan putranya.

"Alhamdulillah memang ini yang kita inginkan terpisah. Pokoknya rasanya campur aduk senang sedih juga ada," kata Firdaus kepada Republika, Ahad (17/11).

Pada saat berlangsungnya proses operasi, Berry menceritakan, ia beserta keluarga yang mendampingi turut ikut memantau dari layar yang disediakan bagaimana Ardi dan Ardan dioperasi. Satu hari setelah operasi Berry, kondisi putranya tersebut saat ini stabil dan sedang dalam masa pemulihan pascaoperasi.

"Kondisi saat ini sih alhamdulillah sudah membaik sekarang sudah stabil tinggal masa pemulihan saja," ujar dia.

Selama masa pemulihan ini, kondisi disterilkan kurang lebih selama 10 hari ke depan dan setelah itu baru akan pindah diruang rawat inap. Untuk kerabat terdekat yang ingin melihat langsung kondisi Ardi dan Ardan belum diperkenankan.

Manager on Duty, Sri Wahyuni, mengatakan, kondisi pasien saat ini berada di ruang ICU lantai dua RSAB Harapan Kita. “Pasien masih dalam masa observasi sehingga harus steril," ujar Yuni.

Dua kembar siam

Sementara itu, dua lagi pasangan bayi kembar siam menantikan operasi pemisahan organ tubuh di Rumah Sakit Anak Bunda (RSAB) Harapan Kita Jakarta. Direktur RSAB Harapan Kita Dr dr Didi Danukusumo, SpOG (K) mengatakan, pihaknya tengah mendata dua bayi kembar siam asal Lampung dan Bekasi, setelah sebelumnya mendata kembar siam asal Singkawang, Kalimantan Barat yang akhirnya telanjur berpulang.

"Namun, nyawa bayi kembar yang di Singkawang belum berhasil diselamatkan, sudah kita data, tapi telanjur berpulang," kata Didi.

Didi mengatakan, persiapan operasi bayi kembar siam tidaklah mudah karena harus melihat dulu kemungkinan keberhasilan operasi lewat kelainan medisnya.

"Persiapan harus dua sampai tiga bulan sebelumnya, jadi kita harus pantau, ada sesuatu di dua bayi ini yang bersatu. Misal pembuluh darah, itu tidak boleh bersatu," kata Didi.

Dalam kasus bayi kembar siam asal Tangerang, Ardi dan Ardan, hanya organ hati keduanya yang menempel, sedangkan seluruh pembuluh darah terpisah. Dokter yang akan melakukan operasi pemisahan juga harus menunggu kesiapan fisik dan psikis bayi kembar siam, sampai bisa menjalankan operasi.

"Jadi, bukan dalam antrean, tapi masih persiapkan kita, artinya masih kita pantau," kata Didi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA