Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Tim SAR Gabungan Belum Temukan Mbah Markiyem

Ahad 17 Nov 2019 23:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Pepohonan meranggas imbas dari kemarau panjang di Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta.

Pepohonan meranggas imbas dari kemarau panjang di Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta.

Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Markiyem, 72 tahun, dilaporkan hilang sejak Jumat (15/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim SAR gabungan masih mencari warga Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Markiyem, 72 tahun, yang hilang pada Jumat (15/11). Namun hingga hari ketiga belum membuahkan hasil.

Kordinator Pos Basarnas Gunung Kidul Sulis Haryanto di Gunung Kidul, Minggu mengatakan pencarian hari ke-3 ini, tim SAR Gabungan berjumlah sekitar 150 personel.

"Untuk hari ini pencarian dibagi menjadi tiga SRU. Setiap SRU berjumlah sekitar 20 hingga 50 personel. Pencarian hari ke tiga ini dimulai pada 07.00 WIB hingga malam ini, namun, tim belum menemukan korban Markiyem," kata Sulis.

Ia mengatakan pencarian dipusatkan di Hutan Wonosadi di Kecamatan Ngawen. Pencarian hari ketiga ini sangat membahayakan manusia, sehingga pihaknya mengerahkan seluruh personel gabungan mencari korban.

Ia mengatakan untuk SRU 1 yang berjumlah 29 personel dibantu masyarakat menyisir area pencarian arah timur bagian bawah ke utara rumah korban.

Selanjutanya, SRU2 yang berjumlah 25 personel dibantu warga masyarakat akan melakukan penyisiran area pencarian dari arah selatan ke atas menuju rumah korban, dan SRU 3 yang berjumlah 25 personel dibantu warga melakukan penyisiran di area pencarian dari timur ke atas bagian tengah menuju rumah korban.

"Untuk pencarian hari ketiga ini tim SAR gabungan ditambah satuSRU menjadi tigaSRU. Untuk pencarian hari kedua kemarin, kamikerahkan duaSRU," katanya.

Sulis mengatakan dalam pencarian ini, Tim SAR Gabungan untuk menyisir setiap area pencarian,jika ada jurang diinstruksikan untuk mencoba cek ke bawah jika ada akses jalannya tapi jika tidak ada akses jalan menuju bawah jurang dianjurkan untuk dipaksakan demi keselamatan Tim SAR Gabungan di lapangan.

Pada 17.00 WIB, Tim SAR Gabungan kembali ke Posko SAR Gabungan karena di lokasi pencarian hujan ringan.

"Selain itu juga hari sudah mulai gelap.Untuk operasi SARini tidak ada pencarian malam hari karena sangat membahayakan TIM SAR Gabungan mengingat lokasi hutan yang masih rimbun serta banyaknya jurang," katanya.

Sulis menyampaikan untuk pencarian pada Senin (18/11) atau pencarian hari keempat akan datang bantuan dari K9 Polda DIY untuk membantu pencarian, berdasarkan informasi tersebut, atas perintah Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta melalui Humas Kantor basarnas Yogyakarta.

"Kami semua berharap dengan besok adanya tambahan tim dari K9 Polda DIY akan membuahkan hasil," katanya.

Tim SAR gabungan pada pencarian hari ketiga ini terdiri dari Pos Basarnas Gunung Kidul, Polsek ngawen, BPBD Gunung Kidul,SAR DIY, SAR MTA, Tagana Gunung Kidul, Code X, MDMC, Kokam, Rapi Gunung Kidul, Potensi SAR Gunung Kidul dan Masyarakat setempat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA