Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Pengacara Sebut Sukmawati tak Punya Niat Menista Agama

Senin 18 Nov 2019 13:47 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ratna Puspita

Sukmawati Soekarnoputri

Sukmawati Soekarnoputri

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengacara sebut Sumawati hanya mengajak masyarakat untuk menghormati pahlawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kuasa Hukum Sukmawati Soekarnoputri, Petrus Selestinus, menyatakan bahwa Sukmawati tidak memiliki niat untuk melakukan tindakan penistaan agama. Ucapan Sukmawati dalam acara diskusi tersebut adalah mengajak masyarakat untuk bisa menghormati dan menghargai jasa para pahlawan.

Baca Juga

"Dia merasa tidak punya niat sama sekali, untuk menista, tujuan Bu Sukma agar mengajak semua kelompok masyarakat, generasi tua dan muda menghormati juga para pahlawan, tokoh-tokoh bangsa yang sudah berjasa melahirkan bangsa ini dengan kebinekaan," kata Petrus saat dihubungi Republika, Senin (18/11).

Menurut Petrus, apabila video asli rekaman diskusi pada 11 November 2019 tersebut didengarkan secara cermat, tidak ada kalimat Sukmawati yang menjurus pada penistaan agama sebagaimana dilaporkan. Karena itu, ia mengatakan, Sukmawati akan melaporkan orang yang mengedit video tersebut.

"Baik pihak ibu Sukmawati maupun masyarakat, yang saat ini sudah memiliki rekaman yang utuh akan segera melaporkan ke polri agar pihak yang mengedit, memotong dan menyebarkan seolah-olah ibu Sukmawati mengeluarkan pernyataan agama dengan membandingkan ini dan itu tidak benar," kata dia.

Selain itu, sebagai kuasa hukum, Petrus menyatakan, segera melaporkan balik pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atas menyebarkan potongan-potongan video. Ia juga meminta kepolisian untuk menangkap pelaku yang mengedit dan menyebarkan potongan video diskusi kemerdekaan 11 November 2019.

"Kami (sedang) mengumpulkan dan meminta polri untuk mangkap itu yang mengedit dan menyebarkan video yang sudah dipotong dan seolah-olah ada penistaan agama," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA