Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Pengamat: Dukungan DPD I tak Representasikan Kemenangan

Senin 18 Nov 2019 15:33 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Pengamat menanggapi klaim bahwa Airlangga mendapat dukungan mayoritas DPD I Golkar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dukungan mayoritas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I di Rapimnas Partai Golkar beberapa waktu lalu belum mempresentasikan kemenangan dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang akan digelar awal Desember 2019. Sebab, dukungan DPD I itu tidak merepresentasian suara DPD II Golkar.

Baca Juga

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta, Ujang Komarudin, mengatakan klaim dukungan mayoritas DPD I Golkar terhadap Airlangga Hartarto tidak bisa jadi ukuran kemenangan. Sebab, suara DPD I tidak merepresentasikan suara DPD II Golkar yakni tingkat Kabupaten/Kota.

"Belum tentu. Karena DPD I tidak merepresentasikan suara-suara DPD II (Kabupaten/kota). Dukungan DPD I belum tentu diikuti oleh DPD-DPD II Golkar," kata direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini di Jakarta, Senin (18/11).

Menurut dia, bisa saja DPD II Golkar bermain masing-masing dan terlihat dari mulai banyaknya suara DPD II Golkar yang tidak sejalan dengan DPD I. Bahhkan, ada yang terang-terangan mendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet).

"Mereka pasti bermain sendiri-sendiri. Bersalto ria dan berloncat indah dalam dukung mendukung caketum Golkar," ujar dia.

Peta dukungan DPD I dan DPD II ini juga, menurut Ujang, sekaligus menegaskan bahwa Airlangga adalah caketum yang lingkup dukungannya lebih banyak dari elite saja dan tidak mengakar. "Sementara Bamsoet ini lebih mengakar, dukungannya lebih banyak datang kelompok akar rumput, yakni DPD tingkat kabupaten dan kota," jelas Ujang.

Ia menjelaskan, Airlangga adalah seorang politikus yang memang dari awal berasal dari keluarga elite, sehingga tidak terbiasa dengan gerakan akar rumput. "Sedangkan Bamsoet itu orang yang tumbuh dari bawah, sehingga sangat akomodatif dan royal, karena pernah merasakan karir politik dari bawah jadi paham aspirasi dan pragmatisnya politik," ujar Komarudin.

Ia menambahkan, dinamika politik menjelang Munas Partai Golkar masih sangat dinamis dan segala kemungkin masih bisa terjadi. "Jika caketum ingin unggul, maka masing-masing caketum harus turun door to door ke DPD tingkat II. Raih hati dan suaranya," tuturnya.

Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo, mengklaim telah didukung 367 DPD Golkar agar dirinya maju sebagai calon ketua umum dalam Musyawarah Nasional Golkar, Desember 2019. "Alhamdulillah dukungan DPD sudah lebih dari 367 yang memiliki suara. Ya nanti lihat perkembangan selanjutnya," kata Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Ia yakin desakan agar ada perubahan di Partai Golkar semakin kuat karena para kader berharap ada kemajuan di partai tersebut pada Pemilu 2024. Namun, dia enggan menyebutkan apakah dirinya jadi maju atau tidak dalam kontestasi ketua umum karena pelaksanaan Munas Golkar masih jauh yaitu awal Desember 2019.

"Soal maju atau tidak, ya tunggu saja, sabar saja kenapa sich. Belanda masih jauh," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Korbid Penggalangan Khusus DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan Airlangga telah mendapatkan dukungan dari mayoritas DPD I. Airlangga diklaim telah didukung oleh 29 DPD I Golkar. Dukungan itu disampaikan oleh Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Utara, NTT, Sumut, Riau, Kaltim, dan Lampung.

Serta, Kalimantan Barat, Gorontalo, DKI Jakarta, Bengkulu, Jawa Timur, Sumsel, Yogyakarta, Sulbar, dan Banten. Ditambah, Sulteng, Kalteng, Jateng, NTB, Kaltara, Sulsel, Papua, Maluku, Malut, Babel, dan Jambi.

"Mayoritas berpandangan Airlangga Hartarto telah berhasil membawa Partai Golkar menjadi pemenang kedua dalam Pemilu 2019 dan menghantarkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019," ujar kepada wartawan, Jumat (15/11).

Ace menyebut, tak ada satupun DPD yang mencalonkan nama lain selain Airlangga. Namun, terdapat sejumlah DPD yang menginginkan agar kader lain diberi kesempatan untuk masuk sebagai caketum Golkar.

"Dengan demikian, dukungan terhadap Airlangga Hartarto ini semakin memperkuat terpilihnya kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar," ujar Ace.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA