Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

Minggu, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 Desember 2019

77 Orang Keracunan, 2 di Antaranya Meninggal Dunia

Selasa 19 Nov 2019 03:22 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Esthi Maharani

Warga yang mengalami korban keracunan makanan

Warga yang mengalami korban keracunan makanan

Foto: Antara/Abriawan Abhe
Warga menyantap hidangan yang disajikan dalam acara syukuran

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Korban keracunan makanan di Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi akibat mengkonsumsi makanan syukuran bertambah. Dari total korban 77 orang, dua diantaranya meninggal dunia.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, keracunan terjadi pada Sabtu (16/11) siang diduga setelah warga menyantap hidangan yang disajikan dalam acara syukuran salah satu warga. Mereka mengalami gejala pusing, mual-mual dan muntah sebagian lainnya diare.

‘’Korban meninggal bertambah satu hingga menjadi dua orang,'' ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Damayanti Pramasari kepada Republika, Senin (18/11).

Identitas warga yang meninggal dunia adalah Olis dan Yoyoh. Olis meninggal dunia pada Ahad (17/11) siang sedangkan Yoyoh meninggal pada Senin (18/11) pagi. Keduanya sudah dibawa dari RSUD Jampang Kulon ke rumah duka. Penyebab meninggalnya kedua orang warga masih dilakukan penelusuran oleh tim medis rumah sakit.

Awalnya kata Damayanti ada sebanyak enam orang warga yang dirujuk ke RSUD Jampangkulon. Dari enam orang tersebut dua meninggal dunia dan empat masih dalam perawatan. Menurut Damayanti, jumlah warga yang keracunan mencapai sebanyak 77 orang. Puluhan korban ditangani di Puskesmas Bangbayang Kecamatan Tegalbulued.

Selain itu Dinkes juga membuka posko penanganan untuk dua hari ke depan. Sehingga ketika ada warga yang mengalami gejala keracunan bisa segera ditangani petugas di posko. Menurut Damayanti, petugas akan memeriksa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan makanan. Pemeriksaan di laboratorium ini untuk memastikan penyebab keracunan yang menimpa puluhan warga tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA