Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Harga Daging Ayam Kampung di Ambon Masih Tinggi

Selasa 19 Nov 2019 10:50 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pedagang menjual daging ayam di pasar.

Pedagang menjual daging ayam di pasar.

Foto: Antara
Harga ayam kampung Ambon dipatok per ukuran bukan kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Harga daging ayam kampung yang ditawarkan para pedagang di lokasi pasar Arumbay kawasan pasar Mardika, Kota Ambon, Maluku sekarang ini cukup mahal. Harganya dimulai dari Rp 70.000 per ekor.

Hasil pantauan Selasa (19/11), para pedagang mematok harga daging ayam kampung bervariasi. Harga masih tergantung pada ukuran besar dan kecil mulai dari Rp 70.000 hingga Rp 90.000 per ekor. Sampai sekarang belum diterapkan sistem timbangan kiloan di sana.

"Harga ayam kampung masih mahal, kalau yang ukuran besar ini Rp 90.000 per ekor, yang sedang ini Rp 80.000 per ekor. Pokoknya harga yang kita patok ini tergantung ukuran ayam," kata Dullah, pedagang daging ayam kampung maupun ayam pedaging segar jenis broiler produksi peternak lokal yang ada di Kota Ambon.

Ayam pedaging harganya juga tergantung ukuran besarnya ayam. Mulai dari Rp 45.000 hingga Rp 65.000 per ekor.

Dia mengatakan, ayam pedaging juga dijual eceran dengan harga Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per paha atau dada tergantung ukuran.

Sedangkan harga telur ayam masih bertahan dan bervariasi. Yaitu Rp1.500 hingga Rp 1.600 per butir tergantung ukuran, dan telur ayam kampung Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per butir.

Harga daging ayam beku yang selama ini di pasok dari Surabaya harganya masih tetap bertahan. Yakni Rp 32.000 per kg, daging sapi segar Rp 100.000 per kg, telur ayam ras juga masih bertahan dan bervariasi mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 1.600 per butir.

Ikan cakalang segar masih cukup mahal yakni berkisar antara Rp 45.000 hingga Rp 90.000 per ekor. Harga tergantung ukuran.

"Harga ikan cakalang segar masih mahal, karena memang stok menipis, arus pasok dari desa-desa nelayan selama ini berkurang, itupun dibawa oleh istri-istri nelayan yang masuk pasar dan berjualan sendiri. Kecuali jenis ikan sembung seperti momar, kawalinya dan lolosi selalu saja terlihat di pasar," kata Uma, penadah di pasar Arumbay.

Banyak ibu-ibu yang mengunjungi pasar ikan selalu membeli ikan momar dan kawalinya, sebab terlihat segar-segar. Karena memang ikan jenis ini selalu di pasok ke pasar ada pagi hari saat ibu-ibu berbelanja.

"Sudah terbiasa selama ini warga Kota Ambon selalu menggemari ikan cakalang segar, mereka kurang senang makan ikan cakalang beku, sehingga ramai-ramai beli ikan momar atau kawalinya maupun beberapa jenis ikan karang lainnya," katanya.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA