Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Ulat Bulu Serang Siswa SDN Lubukbasung

Selasa 19 Nov 2019 13:16 WIB

Red: Indira Rezkisari

Ulat bulu.

Ulat bulu.

Foto: EPA
Ulat bulu masuk ke hampir seluruh ruangan SDN Lubukbasung.

REPUBLIKA.CO.ID, LUBUKBASUNG -- Ulat-ulat bulu menyerbu Sekolah Dasar Negeri (SDN) 39 Kajai Pisik di Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Serangan ulat bulu memaksa pengelola sekolah memulangkan murid demi keamanan.

Kepala SDN 39 Kajai Pisik Syamsiar di Lubukbasung, Selasa (19/11), mengatakan bahwa ulat-ulat bulu masuk ke hampir seluruh ruangan sekolah. Ulat hinggap di kursi, meja, hingga atap sekolah.

Sebanyak 15 dari 121 murid sekolah kena serangan ulat bulu sehingga badannya gatal-gatal.

"Lima belas siswa yang terkena itu merupakan siswa kelas I. Namun seluruh siswa kami pulangkan, dan proses belajar mengajar dihentikan," kata Syamsiar.

Ia mengatakan, ulat bulu pertama kali muncul di sekolah pada Senin (18/11). Ulat bulu itu berkembang biak di pohon ketapang di halaman sekolah.

Namun pada Selasa ulat bulu yang berkeliaran makin banyak dan masuk ke seluruh ruangan sekolah. "Kami telah melaporkan ke Satpol PP Damkar Agam untuk membasmi ulat bulu tersebut," katanya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Agam, Afliwaneri, mengatakan bahwa empat petugas sudah dikerahkan untuk membasmi ulat bulu menggunakan pestisida dan membakarnya. "Ranting pohon ketapang itu kita potong sehingga ulat bulu itu bisa bakar dan diberi pestisida," katanya, menambahkan bahwa upaya pembasmian saat ini masih berlangsung.

"Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Agam terkait pestisida yang bisa membasmi ulat bulu ini," katanya.

Kasus serbuan ulat bulu sampai saat ini baru terjadi di Kajai Pisik, Kecamatan Lubukbasung.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA