Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

256 Ribu Warga Jateng Mundur Sebagai Penerima PKH

Selasa 19 Nov 2019 13:45 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Indira Rezkisari

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan PKH digulirkan untuk mengentaskan kemiskinan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan PKH digulirkan untuk mengentaskan kemiskinan.

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Sebagian penerima PKH mundur secara sukarela ketika merasa sudah mampu.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Lebih dari 256 ribu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Tengah telah bangkit dari kemiskinan. Mereka tak lagi menerima bantuan program Pemerintah tersebut.

Di Jawa Tengah, tercatat 256.224 penerima PKH yang sudah mengundurkan diri dan kini tidak lagi mengandalkan bantuan dari Pemerintah tersebut. Hal ini ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri PKH Jateng Fest 2019, yang digelar di GOR Wujil Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (19/11).

Menurutnya, PKH yang digulirkan oleh Pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan tersebut pelan namun pasti terus membuahkan hasil dalam upaya mengentaskan kemiskinan. "Pelan para penerima manfaat PKH mulai bangkit dari kemiskinan dan menjadi keluarga yang siap mandiri menuju keluarga sejahtera," kata Gubernur.

Gubernur Jawa Tengah menyambut baik keberhasilan PKH dalam membantu pengentasan kemiskinan yang ada di daerahnya tersebut. Namun yang membuat orang nomor satu di Jawa Tengah ini bangga, adalah kesadaran masyarakat yang dengan kesungguhan diri menyatakan mundur dari program bantuan tersebut.

Bahkan dengan itikad baiknya meminta agar bantuan PKH tersebut lebih baik diberikan kepada mereka yang lebih membutuhkan. "Saya acungi jempol dan beri penghormatan kepada mereka yang menyatakan hari ini sudah tidak miskin lagi, sudah mandiri dan mundur dari penerima manfaat PKH," kata Ganjar.

Gubernur juga menyampaikan, kesadaran dari masyarakat sangat penting untuk menyukseskan program bantuan prnanggulangan kemiskinan dari Pemerintah tersebut.

Masyarakat yang merasa sudah mampu dan berani menolak bantuan, adalah pribadi yang patut dicontoh. "Sehingga bantuan- bantuan dari Pemerintah menjadi tepat sasaran dan pengentasan kemiskinan akan lebih cepat," tandasnya.

Meski sudah mundur dari PKH, lanjut gubernur, Pemerintah memastikan tetap akan melakukan pendampingan. Mereka akan diberikan pendampingan, pelatihan dan akses modal agar semakin berdikari.

Mayoritas mereka yang mundur sudah memiliki usaha, maka sekarang saatnya Dinas Koperasi dan UKM bisa masuk, Dinas Koperasi atau Perdagangan untuk mendampingi mereka. "Maka di sini pemerintah akan masih mengawal, apakah melalui pemberian pelatihan, akses permodalan hingga pemasaran, agar usaha mereka semakin maju lagi," tambah Ganjar.

Dalam acara PKH Jateng Fest itu, Ganjar juga mewisuda beberapa penerima PKH yang sudah mampu. Secara simbolis, Ganjar mewisuda dan memberikan bantuan kepada tiga penerima manfaat PKH yang mengundurkan diri.

Sementara itu, Koordinator Wilayah PKH Jawa Tengah, Arif Rohman Muis mengatakan, sejak 2015 hingga saat ini sudah ada 256.224 penerima manfaat PKH di Jawa Tengah yang diwisuda.

Selain karena sudah tidak memiliki komponen sebagai syarat penerima PKH, sebagian besar dari mereka mengundurkan diri karena menyatakan sudah mampu. Khusus di tahun 2019 ini ada sedikitnya 17.060 penerima PKH di Jawa Tengah yang diwisuda. Jumlah itu akan terus meningkat karena setiap hari selalu ada data baru.

Mereka yang sudah lulus lanjut Arif tidak dilepas begitu saja. Justru, mereka selalu dilibatkan dalam pertemuan untuk memotivasi penerima manfaat lain agar bisa mandiri.

Mereka juga dijadikan sebagai motivator bagi penerima manfaat PKH yang lain agar terinspirasi untuk menjadi keluarga yang mandiri.

"Tak jarang pula, mereka yang punya bisnis ikut mengajak penerima PKH lain bergabung dan bersama-sama mewujudkan keluarga sejahtera," tegasnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA