Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

BPJS Kesehatan Tulungagung Menunggak Pembayaran Rp 119 Miliar

Selasa 19 Nov 2019 17:08 WIB

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com

.

.

BPJS Kesehatan mulai menunggak pembayaran klaim sejak Juli 2019.

jatimnow.com - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Tulungagung menunggak klaim pembayaran ke 15 rumah sakit dan faskes serta klinik yang berada di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan.

Klaim pembayaran yang belum terbayar itu mencapai Rp 119 miliar. Mereka mulai menunggak pembayaran klaim sejak akhir bulan Juli 2019. Adanya pengeluaran yang tidak diimbangi dengan pendapatan iuran peserta BPJS Kesehatan menjadi penyebabnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, M Idan Aries Munandar menjelaskan kondisi ini hampir terjadi merata di seluruh Indonesia. Jumlah total peserta BPJS Kesehatan di wilayah Cabang Tulungagung mencapai Rp 1,3 juta lebih.

Dengan perincian dari Tulungagung sebanyak 597.194 peserta atau masih 53,8 persen, Kabupaten Trenggalek 445.208 peserta atau masih 59,4 persen dan Pacitan sebanyak 337.454 peserta.

"Antara pengeluaran dan pendapatan sangat tidak imbang bagaikan langit dan bumi," ujar Aries, Selasa (19/11/2019).

BPJS Kesehatan Tulungagung menyarankan ke rumah sakit untuk melakukan skema supplay chain financing. Rumah sakit akan meminjam uang ke sejumlah bank yang telah ditunjuk, sesuai besaran klaim BPJS Kesehatan yang belum terbayar.

Mereka bisa meminjam dengan menjaminkan klaim BPJS Kesehatan. Nantinya jika klaim tersebut telah dibayar, otomatis akan dipotong oleh pihak bank. Terdapat 4 bank yang bisa melayani skema ini yakni BNI, BRI, Mandiri dan Bank Syariah Mandiri.

"Melalui skema ini, operasional rumah sakit tidak akan terganggu dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat bisa terus berjalan," imbuhnya.

Aries mengaku tidak tahu pasti kapan klaim tersebut akan dibayarkan. Hingga saat ini mereka masih menunggu hasil keputusan pusat, terkait masalah defisit. Mereka juga berharap adanya penyesuaian tarif baru yang berlaku mulai tahun depan, bisa membantu menutupi defisit tersebut.

"Kita masih menunggu bagaimana hasil keputusan BPJS Kesehatan pusat," pungkasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA