Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

11 Truk akan Angkut Puing di Bekas Penggusuran Sunter Agung

Selasa 19 Nov 2019 15:20 WIB

Red: Ratna Puspita

[ilustrasi] Petugas PPSU membersihkan puing-puing bangunan pasca penggusuran rumah semi permanan kawasan Sunter, Jalan Agung Sunter Perkasa VIII, Jakarta, Senin (18/11).

[ilustrasi] Petugas PPSU membersihkan puing-puing bangunan pasca penggusuran rumah semi permanan kawasan Sunter, Jalan Agung Sunter Perkasa VIII, Jakarta, Senin (18/11).

Foto: Thoudy Badai
Puing bekas penggusuran di Sunter Agung akan diangkut ke TPA Bantar Gebang, Bekasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara menyiapkan 11 truk untuk mengangkut puing-puing dari lokasi bekas penggusuran Jalan Agung Perkasa VIII, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok. Puing ini diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga

Kepala Sudin LH Jakarta Utara Slamet Riyadi Pemerintah Kota Jakarta Utara juga mengerahkan satu alat berat untuk mengangkut puing ke dalam truk dan 100 pasukan oranye atau petugas kebersihan. Slamet memperkirakan total volume puing yang diangkut mencapai 220 kubik per hari.

Setiap truk hanya mengantar puing ke TPA Bantar Gebang satu kali dalam sehari. "Setiap harinya setiap truk mengangkut puing ke TPA Bantar Gebang satu kali. Dilanjutkan keesokan harinya sampai puing di lokasi penataan habis," kata Slamet di Jakarta, Selasa (19/11).

Pemerintah Kota Jakarta Utara dibantu 1.500 personel gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan PPSU melakukan penertiban bangunan di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kamis (14/11). Camat Tanjung Priok Syamsul Huda menegaskan upaya dilakukan pemerintah bukan penggusuran tetapi penataan dan penertiban bangunan yang tidak sesuai dengan fungsinya.

"Kita melakukan penataan, bukan penggusuran," tegas Syamsul.

Penataan itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah menormalisasi saluran air sepanjang 400 meter dengan lebar sekitar enam meter. Wilayah tersebut rawan terjadinya genangan atau banjir saat musim hujan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA