Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Taiwan Serahkan Bantuan Lanjutan Palu Melalui MUI

Selasa 19 Nov 2019 15:24 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden Ma

Wakil Presiden Ma

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Bantuan yang diperuntukan untuk pembangunan Masjid Al Markas Al Islami Kota Palu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Taiwan menyerahkan bantuan kemanusiaan lanjutan untuk Palu melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bantuan yang diperuntukan untuk pembangunan Masjid Al Markas Al Islami Kota Palu itu diserahkan secara simbolis kepada Ketua MUI nonaktif Ma'ruf Amin yang juga menjabat sebagai wakil presiden RI.

Dalam sambutannya, Kiai Ma'ruf pun mengapresiasi Pemerintah Taiwan, yang turut membantu pembangunan Palu pasca gempa, tsunami dan liquefaksi pada 2018 lalu.

"Saya ucapkan terima kasih kepada delegasi Taiwan Mr. John Chen, yang hari ini menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp 5 miliar. Pada tahap pertama, Taiwan memberikan kepada pembangunan Islamic Center di Palu melalui MUI sebanyak Rp7,5 miliar," ujar Ma'ruf di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (19/11).

Menurut Ma'ruf, MUI selama ini selalu terbuka menerima bantuan kemanusian kepada korban bencana yang membutuhkan, mulai dari Lombok hingga Palu. Ia pun memastikan bantuan yang diterima MUI akan langsung tersalurkan ke para korban.

"Kita punya MUI daerah yang menangani langsung yang memerlukan, dan selama ini dilakukan MUI, Dan tidak mampir ke mana-mana tapi langsung ke sasaran," ujar Ma'ruf.

Karenanya, Ma'ruf memastikan bantuan tahap kedua dari Pemerintah Taiwan ini akan langsung disalurkan ke masyarakat Palu.

"Segera bantuan ini disalurkan, penanggung jawab lapangannya, sudah ada, sudah nunggu mau dibawa uangnya untuk dibangun," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf juga mengaku, sejak menjadi Wapres RI, ditugaskan untuk menjadi koordinator penanganan dan rekonstruksi pasca bencana. Ia mengungkap, lamanya rekonstruksi gempa Palu, lantaran warga yang harus direlokasi.

Namun demikian, secara umum proses pemulihan dan rekontruksi pasca gempa sudah sesuai perencanaan.

"Banyak daerah-daerah yang tadinya dihuni masyarakat tidak boleh dibangun lagi karena termasuk jalur merah sehingga harus direlokasi. Karena itu pembangunan di Palu agak lama sedikit," ujar Ma'ruf.

Sementara Kepala Perwakilan Taipei Economic and Trade Office (TETO), John Chen mengungkapkan bantuan merupakan hasil pengumpulan dana Pemerintah dan masyarakat Taiwan. Ia berharap bantuan tersebut berguna untuk masyarakat Palu.

"Kami juga percaya dibangunnya Islamic Center di Palu bantu masyarakat sekitar baik muslim atau tidak untuk bantu kehidupan mereka baik kembali," ujar Ma'ruf.

Dengan begitu, John Chen meyakini kerja sama ini akan meningkatkan kerja sama antara Taiwan dengan MUI.

"Kerja sama ini makan hubungan kerja sama kantor kami dengan MUI dengan rekan beragama muslim makin maju dan berkembang," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA