Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Polri Sebut Pelaku Bom di Medan Sasar Polisi karena Dendam

Senin 18 Nov 2019 15:40 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi polisi target utama serangan terorisme

Ilustrasi polisi target utama serangan terorisme

Foto: Republika/Mardiah
Polisi menetapkan 46 tersangka terorisme pascabom bunuh diri di Polrestabes Medan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes Polri menyatakan para tersangka bom Medan, Sumatra Utara (Sumut), sengaja menargetkan polisi sebagai sasaran serangan. Polri menyatakan para tersangka yang merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) karena dendam. 

Baca Juga

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, kelompok tersebut merasa dendam kepada anggota kepolisian terkait penanganan serangan terorisme di beberapa lokasi di Sumut. Dedi menuturkan, pengungkapan dan penangkapan itu membuat kelompok JAD tersebut terusik.

"Pascakejadian bom di Medan baik Sibolga maupun penyerangan kantor di Mapolda Sumut, itu semua kelompok mereka berhasil dilakukan penegakan hukum oleh aparat Densus 88 dan aparat setempat. Mereka merasa terusik, mereka merasa terganggu, mereka akan lakukan balas dendam," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Polri telah menetapkan puluhan orang sebagai tersangka pasca aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Polisi menetapkan 46 tersangka terorisme pascaaksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Para tersangka ditangkap di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Dari jumlah itu, 23 orang ditangkap di Sumatera Utara dan Aceh. Mereka merupakan kelompok JAD Sumut-Aceh.

"Hasil pemeriksaan sementara ini, mereka menyasar kantor polisi dan aparat kepolisian yang sedang melaksanakan tugas di lapangan," kata dia.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA