Monday, 8 Rabiul Akhir 1442 / 23 November 2020

Monday, 8 Rabiul Akhir 1442 / 23 November 2020

BNPB: Indonesia Hadapi Kemarau dengan Suhu Terpanas

Jumat 01 Nov 2019 17:49 WIB

Red: Ratna Puspita

Upaya petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Ilustrasi)

Upaya petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Ilustrasi)

Foto: BNPB
Suhu udara terpanas dalam 140 tahun membuat kebakaran hutan dan lahan marak.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) LetjenTNI Doni Monardo mengatakan Indonesia mengalami musim kemarau dengan suhu udara terpanas dalam 140 tahun pada 2019. Ia mengatakan kondisi itu membuat kebakaran hutan dan lahan marak.

"Di Indonesia kebakaran menghanguskan total sekitar 857 ribu hektare, ini sampai dengan tanggal 30 September 2019, dan dari total itu 230 ribu hektarenya lahan gambut, di mana (kebakaran) lahan gambut sulit padam," kata Doni dalam acara diskusi di Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (1/11).

Musim kemarau panjang yang melanda Indonesia tahun 2019 menyebabkan kekeringan ekstrem di sejumlah daerah. Akibatnya, risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat, termasuk kebakaran lahan gambut.

Baca Juga

Ia mengatakan bahwa membiarkan lahan gambut mengalami kekeringan adalah sebuah kesalahan. Sebab, lahan gambut yang kering menjadi mudah terbakar dan kalau sudah terbakar apinya sudah dipadamkan.

"Membiarkan lahan gambut itu menjadi kering adalah 'pemerkosaan kepada hutan'," kata Doni

Dia mengemukakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan gambut tidak cukup menggunakan hujan buatan, pengeboman air, maupun pengerahan pasukan pemadam darat karena air yang disiramkan ke lahan gambut secara manual tidak akan meresap sampai ke lapisan dalam gambut. "Kalau sama helikopter juga hanya sebagian wilayah saja, hanya bisa ditutup pada saat hujan turun," kata dia.

Doni mengimbau warga siaga menghadapi bencana apapun, termasuk kebakaran hutan dan lahan, serta mendukung upaya pencegahan bencana. "Kita jangan jadi supermarket bencana," kata dia.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA