Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Suhu di Ciayumajakuning Capai 39,1 Celsius

Selasa 19 Nov 2019 18:17 WIB

Rep: Lilis Handayani/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas menunjukkan skala suhu udara pada termometer di Laboratorium Terbuka BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Banten, di Serang, Senin (11/11/2019).

Petugas menunjukkan skala suhu udara pada termometer di Laboratorium Terbuka BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Banten, di Serang, Senin (11/11/2019).

Foto: Antara//Asep Fathultahman
Suhu udara tinggi hanya akan berlangsung hingga tiga hari ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Suhu udara tinggi kembali melanda Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Meski demikian, saat ini wilayah tersebut sedang memasuki masa pancaroba (peralihan) dari kemarau ke penghujan.

Baca Juga

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati Kabupaten Majalengka, Devi Ardiansyah, menjelaskan, titik lokasi pemantauan suhu udara di Wilayah Ciayumajakuning dilakukan di tiga titik. Yakni, Kertajati, Jatiwangi dan Cirebon.

‘’Suhu maksimum pada Senin (18/11) terpantau di Kertajati mencapai 39,1 celcius,’’ ujar Devi kepada Republika.co.id, Selasa (19/11).

Sedangkan di Jatiwangi, suhu udara terpantau 38,7 celcius. Sementara di Cirebon, mencapai 38,2 celcius.

Sebelumnya, suhu udara maksimum di Wilayah Ciayumajakuning juga pernah mencapai 39 celcius pada Selasa (22/10). Setelah itu, suhu udara maksimum sempat mengalami penurunan menjadi 36 celcius hingga 37 celcius. Namun, dalam beberapa hari terakhir, suhu udara maksimum kembali meningkat menjadi 38 celcius hingga 39 celcius.

Devi menjelaskan, suhu udara tinggi yang masih berlangsung di Wilayah Ciayumajakuning itu dipengaruhi oleh posisi matahari. Selama September – Desember, matahari ada di selatan ekuator. 

‘’Jadi penyinaran matahari lebih maksimal,’’ kata Devi.

Devi menambahkan, sebenarnya saat posisi matahari berada di selatan ekuator, Wilayah Ciayumajauning sedang mengalami musim hujan. Dengan demikian, penyinaran matahari terhalang tutupan awan sehingga tidak dirasakan terlalu panas seperti sekarang.

Namun, lanjut Devi, musim hujan di Wilayah Ciayumajakuning pada tahun ini mengalami kemunduran yang dipengaruhi faktor lokal, regional dan global. Akibatnya, tidak ada tutupan awan yang menghalangi penyinaran matahari.

‘’Awal musim hujan di Wilayah Ciayumajakuning diprakirakan mundur dua dasarian,’’ tutur Devi.

Devi menyebutkan, awal musim hujan di Wilayah Ciayumajakuning diprakirakan baru akan tiba pada November dasarian III hingga Desember dasarian I. Sedangkan saat ini, Wilayah Ciayumajakuning sedang memasuki masa pancaroba dari kemarau ke penghujan.

Devi memprakiraan, suhu udara tinggi hanya akan berlangsung hingga tiga hari kedepan. Pasalnya, berdasarkan pantauan citra satelit, sudah mulai terlihat ada pembentukan awan meski masih tipis.

‘’Jadi suhu udara nanti akan mulai turun,’’ tutur Devi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA