Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Ratusan Hektare Sawah Gagal Panen di Lampung

Rabu 20 Nov 2019 02:15 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ani Nursalikah

Sawah gagal panen.

Sawah gagal panen.

Foto: ANTARA
Kekeringan menyebabkan tanaman padi di Lampung gagal panen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Ratusan hektare sawah yang telah ditanami padi di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung gagal panen atau puso. Kekeringan menyebabkan tanaman padi mati setelah petani melakukan musim tanam gaduh.

Berdasarkan keterangan petani di Palas, Selasa (19/11), petani mulai menanam padi saat musim tanam gadung, sementara kondisi kemarau masih terjadi. Petani memprediksi musim hujan mulai masuk pada Oktober hingga Desember, namun kemarau  panjang masih terjadi. Dampaknya tanaman padi yang sudah tidak ikut mengering dan mati.

“Musim kering masih berlangsung sampai November ini. jadi banya tanaman padi petani yang kering mati, jadi tidak bisa panen,” kata Sayuti, petani di Desa Bumi Asri, Palas, Lampung Selatan.

Menurut dia, petani biasa melakukan musim tanam gaduh pada Juli, Agustus hingga September, dan hujan diperkirakan turun mulai Oktober hingga Desember. Namun, hujan yang diperkirakan turun tersebut meleset dan sawah petani masih tetap mengering.

Hasan, petani lainnya di Desa Bumi Daya, Palas, menyatakan sawah petani di desanya kesulitan mencari air untuk menyirami sawahnya. Aliran sungai sudah mengering, sedangkan sumur bor tidak tersedia. “Kami sudah berharap kepada pemerintah agar disediakan sumur bor dan mesinnya, agar saat musim kering, petani masih bisa mendapatkan air,” ujarnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas Agus Santosa membenarkan, sawah petani di berbagai desa dalam Kecamatan Palas mengalami gagal panen. Berdasarkan pendataannya, lebih dari 500 ha sawah petani di Palas kekeringan dan gagal panen.

Menurut dia, desa-desa di Palas yang mengalami kekeringan dan gagal panen berada di sembilan desa. Yakni, Desa Bandanhurip, Bumidaya, Bumiasih, Bumiasri, Bumirestu, Pulaujaya, Pulautengah, Palasjaya, dan Desa Mekarmulya.

Pemkab Lampung Selatan akan memberikan usulan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di sejumlah desa yang mengalami gagal panen tersebut.

Sedangkan petani di berbagai desa dalam Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus juga gagal panen. Di daerah ini bukan karena kekeringan, namun sawah petani diserang serangga penghisap cairan tumbuhan.

Banyak petani terpaksa memanen padinya yang belum matang lebih awal, karena khawatir mati dan rusak tanaman padinya. Hama wereng layu dapat menrenggut tanaman padi yang sudah berisi hingga mati seketika dalam semalam.

Data yang diperoleh, hama wereng layu tersebut menyerang ratusan hektare sawah petani di Kecamatan Wonosobo. Diantaranya berada di Desa Banjar Negara, Banjar Sari, dan Kunyayan. Petani tidak dapat berbuat banyak, karena serangan hama wereng layu tersebut gencar menyerang tanaman padi, meski petani terus melakukan penyemprotan insektisida.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA