Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Gunung Kidul Bersiap Sambut Libur Natal

Rabu 20 Nov 2019 09:19 WIB

Red: Muhammad Hafil

Pengibaran Bendera di Pantai Baron. Upacara HUT RI ke-74 di Pantai Baron, Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (17/8/2019).

Pengibaran Bendera di Pantai Baron. Upacara HUT RI ke-74 di Pantai Baron, Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (17/8/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Pemkab Gunung Kidul berkoordinasi dengan aparat desa.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah yang lain untuk persiapan menyambut wisatawan pada libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono di Gunung Kidul, Rabu, menyampaikan pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan OPD terkait seperti Dinas Kebudayaan hingga Dinas Perhubungan.

"Saat ini kami akan mempersiapkan diri menyambut wisatawan libur Natal dan Tahun Baru," kata Harry, Rabu (20/11).

Dia memprediksi wisatawan yang akan berlibur Natal dan akhir tahun akan memadati pantai. Namun dinas terus berupaya agar wisatawan mendatangi kawasan wisata non pantai, Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) IV, V dan VI sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gunung Kidul Nomor 3 Tahun 2014. Di Gunung Kidul dapat menjadi tujuan liburan akhir tahun ini.

LSP IV memiliki daya tarik wisata alam berupa pegunungan dan air terjun dengan pendukung wisata pendidikan, konservasi dan petualangan di antaranya Gunung Api Purba Nglanggeran (geosite), Gunung Butak, dan air terjun Banyunibo sebagai kawasan wisata alam berbasis wisata pendidikan, keluarga dan petualangan.

Kebun Buah Durian dan Kakao serta pasar buah di Kecamatan Patuk, Taman Hutan Raya Bunder. Telaga Kemuning, Lokasi Out Bound Jelok, Hutan Wanagama, Air Terjun Sri Getuk, Gua Rancang Kencana, Kerajinan Batik Kayu Bobung.

KSP V terdiri dari kawasan wisata yang didominasi gua dengan daya tarik unggulan berupa bentang alam karst. Tempat wisata tersebut meliputi Goa Pari, Gua Si Oyot, Goa Ngingrong, Gua Paesan, Gua Cokro, Gua Gremeng, Gua Nglengket, Gua Seropan (Gombang-Ngeposari), Gua Bribin, Gua Jlamprong dan Gua Song Gilap sebagai kawasan wisata alam bentang alam karst, berbasis wisata pendidikan dan petualangan.

Kemudian ada Gua Braholo sebagai kawasan wisata alam bentang alam karst berbasis wisata pendidikan dan budaya.

Kemudian masih di kawasan yang sama terdapat kawasan wisata yang sudah populer dan memiliki jumlah kunjungan yang lumayan banyak. Obyek wisata tersebut adalah Gua Pindul, Gua Sriti, Kali Suci, Gua Gelatik, Gua Buri Omah, Gua Jomblang, Gou Grubug sebagai kawasan wisata alam bentang alam karst, berbasis wisata susur sungai bawah tanah.

KSP VI terdiri dari kawasan wisata nonpantai dengan mengusung daya tarik unggulan yang sarat akan nilai budaya serta sejarah seperti, Petilasan Gunung Gambar dan Candi Risan, Taman Keanekaragaman Hayati Hutan Wonosadi, dan Air Terjun Jurug,

Harry mengatakan libur akhir tahun harapannya bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Hingga Senin (18/11) ada 2,6 juta pengunjung. Target 2019 sebanyak 3,8 juta wisatawan. "Semoga libur akhir tahun bisa meningkatkan kunjungan wisata," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA