Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Jabar Buka Peluang Kerja Sama dengan Bulgaria

Rabu 20 Nov 2019 16:39 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan pada malam Anugerah Syariah Republika 2019 di Hotel JW Mariott Jakarta, Selasa (19/11).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan pada malam Anugerah Syariah Republika 2019 di Hotel JW Mariott Jakarta, Selasa (19/11).

Foto: Republika/Putra M Akbar
Bulgaria tertarik dengan kopi, teh, dan ikan dari Jabar.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Bulgaria untuk Indonesia Petar Dimitrov Andonov di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (20/11). Menurut Ridwan Kamil, salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah peluang kerja sama antara Indonesia dengan Bulgaria, khususnya Jabar.

Baca Juga

Menurut Emil, Jabar perlu memperluas pasar perdagangan di Eropa, terutama Eropa bagian Timur. "Pesannya adalah mulai meningkatkan hubungan Bilateral. Indonesia dan Bulgaria sama-sama, dalam 30 tahun ke depan, akan menjadi negara adidaya. Mereka ingin tahu Jawa Barat bisa menyediakan apa untuk kerja sama ekonomi," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil. 

Emil berharap, kerja sama kedua pihak dapat segera ditindaklanjuti dan terealisasi. Apalagi, Bulgaria dapat menjadi pintu produk-produk Jabar untuk masuk ke negara-negara Eropa bagian Timur. Bulgaria, ternyata tertarik dengan kopi, teh, dan ikan dari Jabar. 

"Yang sudah dilakukan mereka produksi makanan, seperti yoghurt. Kemudian dia (Petar) juga menawarkan (kerja sama) di bidang digital. Kemudian Bulgaria bisa menjadi pintu gerbang untuk ekspor ikan ke pasar Eropa," katanya.

Bahkan, kata dia, Bulgaria siap menyediakan pabrik pengepakan. "Nanti ikan, misalkan, dari Indramayu dari Jawa Barat, kemudian mereka yang mengirim dan memasarkan di wilayahnya," katanya.

Selain itu, kata dia, kedua pihak membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, yakni pertukaran pelajar. Emil pun menyarankan agar ada pertukaran orang kreatif. Tujuannya supaya kedua pihak bisa bertukar inspirasi dan mengembangkan ekonomi kreatif.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA