Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Kasus Novel tak Terungkap, Komisi III DPR RI Cecar Kapolri

Rabu 20 Nov 2019 20:41 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (tengah) didampingi Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kanan) dan Kabaintelkam Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (tengah) didampingi Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kanan) dan Kabaintelkam Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Kasus penyiraman air keras terhadap Novel menjadi utang politik Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman mempertanyakan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang sudah dua tahun tak juga terungkap. Sementara banyak kasus lain dengan mudahnya dapat dipecahkan, di antaranya kasus bom bunuh diri di Medan.

Baca Juga

"Namun, mengapa kasus Novel Baswedan belum? Mengapa lama sekali? Bahkan lebih dari dua tahun," kata Benny pada rapat kerja perdana dengan Kapolri Idham Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).

Benny menyebut, jika kasus penyerangan terhadap Novel tidak diselesaikan, akan kembali menjadi utang politik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia mengingatkan kasus ini berlangsung pada medio 2017 silam, saat Jokowi menjabat pada periode pertamanya.

Untuk itu, ia berharap, kasus Novel dapat terungkap pada periode kedua Jokowi sehingga  tidak menjadi utang politik. Pada kesempatan itu, Benny juga menduga sebenarnya polisi telah mengetahui siapa pelaku atau penyiram air keras ke wajah Novel. 

"Pasti Pak Kapolri tahulah siapa pelakunya. Tinggal ada kemauan tidak untuk menangkapnya," kata Benny.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani menyebut Polri akan terbebani jika tidak bisa menyelesaikan kasus Novel. Bahkan tidak menutup kemungkinan dengan tidak terungkapnya kasus penyerangan Novel membuat masyarakat tidak percaya kepada Polri. 

Karena itu, Arsul berharap agar pihak kepolisian terus bekerja keras untuk mengungkap kasus tersebut. "Kalau tidak diselesaikan ini akan jadi beban. Jadi, kami berharap ada progres yang bisa di-update ke Komisi III secara terus-menerus. Kemudian kalau belum ada progresnya ini jadi atensi khusus untuk Kapolri," kata Arsul Sani.

Pada rapat kerja perdana itu, Kapolri Idham Azis memaparkan perkembangan sejumlah isu terkini. Termasuk, kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. 

Pada penghujung rapat, Idham Aziz menyampaikan kepolisian telah bekerja dengan maksimal untuk mengungkap kasus tersebut. Meski belum terungkap, Idham Aziz menegaskan, kepolisian masih terus berupaya mengungkap kasus Novel. 

Berbagai upaya pun telah dilakukan oleh pihaknya, di antaranya membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Termasuk, melibatkan instansi terkait di antaranya Komnas HAM. "Polri Telah melakukan kerja maksimal," kata Idham.

Selain itu, Idham juga mengaku kepolsiian telah menemukan temuan baru dalam perkembangan kasus Novel. Dengan adanya temuan baru itu, akan ada perkembangan positif untuk segera mengungkap kasus Novel tersebut.

"Kebetulan saya masih Kabareskrim, belum ada pengganti saya, masih diproses. Maka saya yakin kita terus bekerja dan bekerja," kata Idham.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA