Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Senin, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 Desember 2019

Angin Kencang di Sragen, BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu 20 Nov 2019 20:55 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Cuaca angin kencang. (ilustrasi)

Cuaca angin kencang. (ilustrasi)

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Menurut BPBD ada 22 korban luka akibat angin kencan anda sejumlah lokasi di Sragen.

REPUBLIKA.CO.ID, SRAGEN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah memastikan tidak ada korban tewas akibat bencana angin kencang yang terjadi di sejumlah lokasi di daerah ini.

"Tepatnya ada 22 korban luka, seluruhnya merupakan siswa SMKN 1 Miri," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen Sugeng Priyono di Sragen, Rabu (20/11).

Ia mengatakan tiga di antaranya mengalami patah tulang dan saat ini sudah menjalani perawatan di RS Karima Utama, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, sembilan menjalani rawat jalan, dan sisanya sedang proses perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sragen.

Terkait dengan kronologi kejadian, dikatakannya, angin kencang terjadi sekitar pukul 14.45 WIB bersamaan dengan hujan deras yang belum lama turun di wilayah tersebut.

"Yang kena angin adalah bangunan limasan yang ada lingkungan sekolah, pada saat itu karena hujan deras anak-anak banyak yang bermain sekaligus berteduh di bangunan itu," katanya.

Selain itu, angin kencang juga merobohkan bangunan limasan yang ada di Water Boom Kwangen Indah. Meski demikian, pada saat itu tidak ada aktivitas orang yang berada di bawah bangunan.

Sementara itu, angin juga berdampak pada tumbangnya sejumlah pohon yang mengenai beberapa rumah warga. Ia mengatakan tepatnya ada dua rumah yang terkena pohon tumbang.

"Tidak ada korban di rumah warga. Untuk rumah yang kena pohon tumbang ini letaknya berada di sekitar SMKN 1 Miri," katanya.

Terkait dengan evakuasi, pihaknya melibatkan 120 petugas baik itu petugas BPBD maupun relawan. Ia mengatakan saat ini seluruhnya sudah dalam situasi kondusif. "Tinggal saat ini kami ikut memantau kondisi korban," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA