Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Partai Gelora Resmi Hadir di Jabar

Rabu 20 Nov 2019 22:25 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Parpol

Ilustrasi Parpol

Foto: Foto : MgRol112
Ketua DPW Partai Gelora Jabar meyakinkan Partai Gelora sangat berbeda dengan PKS.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Partai Gelora meresmikan kepengurusannya di Jawa Barat. Ini dibuktikan dengan penyerahan SK kepengurusan oleh Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Jawa Batat Haris Yuliana kepada 27 ketua DPD kabupaten/kota, di Bandung, Rabu (20/11).

Baca Juga

Menurut Haris, ini menandai kehadiran partainya di tatar Pasundan. "Ini menjadi landasan tugas bagi mereka untuk membentuk pengurus sampai tingkat paling bawah," katanya.

Haris mengaku, saat ini memang belum mengetahui jumlah anggotanya yang resmi terdaftar. Namun, dengan terbentuknya pengurus di kabupaten/kota, ia optimistis akan memiliki kader yang signifikan.

Terlebih, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan aplikasi digital terkait perekrutan kader. "16 Desember akan me-launching aplikasi keanggotaan. Jadi bisa mendaftar di mana juga," katanya.

Haris tidak menampik, jika banyak mantan kader PKS yang kini berlabuh di partainya. "Mayoritas mantan PKS. Di setiap kabupaten/kota selalu ada mantan PKS," katanya.

Menurutnya, hal ini berawal dari adanya perbedaan yang cukup tajam dengan PKS saat ini. "Ada konflik ideologis yang terjadi dengan PKS, yang membuat ada ketidaknyamanan dan kegelisahan dari sebagian kader," katanya.

Namun, Haris meyakinkan Partai Gelora sangat berbeda dengan PKS. "Ini sangat berbeda dengan PKS," katanya.

 

Dengan mengusung ideologi Islam Nasionalis, Haris optimistis partainya akan dilirik banyak kalangan. "Partai Gelora bukan untuk segmen terbatas. Kita tidak mengenal kiri, tengah, kanan. Ini satu akronim baru dalam perpolitikan," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA