Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Tolak Kenaikan Iuran BPJS, BEM-SI Demo Kemenkes Siang Ini

Kamis 21 Nov 2019 09:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa  Seluruh Indonesia (BEM SI) saat menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin, (21/10).

Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) saat menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin, (21/10).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
BEM-SI gulirkan aksi tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan di depan Kemenkes siang ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) menyerukan aksi tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Rencananya, mahasiswa BEM-SI berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Kesehatan RI di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis.

Seruan aksi dengan tanda pagar #TolakKenaikanIuranBPJS disampaikan melalui akun Instagram @bem-si yang diungguh pada Rabu (20/11). Mahasiswa menjadwalkan aksi tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan di depan kantor Kemenkes RI pada pukul 13.00 WIB.

Dalam unggahan sosial media Instagram @bem_si yang mendapat 9.683 tanda suka itu juga menginformasikan upaya yang telah dilakukan BEM-SI sebelum memutuskan aksi turun ke jalan. BEM-SI melalui koordinator isu kesehatan bersama koordinator wilayah BEM-SI wilayah Jabodetabek dan Banten telah melayangkan surat audiensi terkait kebijakan BPJS Kesehatan pada tanggal 12 November 2019.

"Karena kebijakan yang baru-baru ini muncul kepermukaan sangat membebani rakyat Indonesia," tulis admin di laman akun @bem_si.

Baca Juga

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

[SERUAN AKSI] [BEM SI WILAYAH BSJB : TOLAK KENAIKAN IURAN BPJS] Selasa, 12 November 2019. Koordinator Isu Kesehatan bersama Koordinator Wilayah BEMSI Wilayah Jabodetabek-Banten telah melayangkan surat audiensi tentang kebijakan BPJS kesehatan yg dirasa telah meresahkan masyarakat. Karena kebijakan yg baru-baru ini muncul kepermukaan sangat membebani Rakyat Indonesia. Kamis, 14 November 2019. Koorsu Kesehatan Aliansi BEM SI datang membawa segudang harapan Rakyat di pundaknya untuk menemui Menteri Kesehatan RI guna menindak lanjuti surat pengajuan audiensi. Tetapi, kabar yang didapati kurang baik, yakni Bapak Menteri yang terhormat sedang tidak ada di lokasi, dan surat audiensi pun tak dihiraukan sama sekali. Oleh karena maksud baik mahasiswa tidak sejalan dengan tidak adanya i'tikad baik dari Kementrian Kesehatan RI. Maka Aliansi BEM SI Wilayah Jabodetabek-Banten mengundang nurani seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk bersatu dan melawan bersama pada: Hari, Tanggal: Kamis, 21 November 2019 Waktu: 13.00 WIB Lokasi: KEMENKES RI DC : Almamater Mahasiswa tidak akan pernah berhenti bergerak sampai Kesejahteraan masyarakat terealisasikan. Dan Problem pembiayaan BPJS kesehatan yg memang butuh kepastian tersebut ditegakkan se adil-adilnya. #TolakKenaikkanIuranBPJS Hidup Mahasiswa.! Hidup Rakyat Indonesia.! . Narahubung : +6282216542223 (Alif) _________________________ Tertanda, Koordinator Wilayah BSJB 2019 Muhamad Abdul Basit

A post shared by Aliansi BEM Seluruh Indonesia (@bem_si) on


Lalu pada 14 November 2019 Koordinator Isu Kesehatan BEM-SI kembali mendatangi kantor Kementerian Kesehatan RI membawa harapan rakyat untuk menemui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto guna menindaklanjuti surat pengajuan audiensi Namun, tulis akun tersebut, langkah tersebut tidak membuahkan hasil dikarenakan Menteri Kesehatan tidak ada di tempat dan surat audiensi tidak dihiraukan.

"Oleh karena itu, maksud baik mahasiswa tidak sejalan dengan tidak adanya iktikad baik dari Kementerian Kesehatan RI," tulis admin akun @bem_si tersebut.

Aliansi BEM-SI Wilayah Jabodetabek-Banten mengundang seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk bersatu dan melawan bersama dalam seruan aksi #TolakKenaikanIuranBPJSpada siang ini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA