Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

KPK Periksa Dirut Petrokimia Gresik

Kamis 21 Nov 2019 11:04 WIB

Rep: Nawir Arsyad/ Red: Muhammad Hafil

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Dirut Petrokimia Gresik diperiksa sebagai saksi.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Rahmat Pribadi. Dia diperiksa dalam kasus suap distribusi pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK).

Baca Juga

Ia akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka‎ Direktur PT HTK, Taufik Agustono (TAG). Di mana sebelumnya, penetapan Taufik adalah pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat mantan anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

"Kami periksa Rahmat dalam kapasitas saksi untuk tersangka TAG," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/11).

Sebelumnya, Rahmat pernah diperiksa sebagai saksi ‎untuk proses penyidikan Bowo Sidik Pangarso pada 4 Juli 2019. Ia juga pernah dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan mantan anggota DPR Fraksi Partai Golkar itu.

Namanya kerap muncul dalam persidangan perkara tersebut. Rahmat disebut ikut terlibat sebagai pihak yang memperkenalkan PT HTK ke Bowo Sidik Pangarso.

Sebelumnya, Bowo Sidik sendiri telah mengakui perkara suap pengurusan pengangkutan pupuk dan gratifikasi yang menjerat dirinya adalah bentuk kelalaian. Sejatinya ia hanya mempertemukan pihak yang berkepentingan.

Ia dituntut 7 tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan. Bowo dinilai terbukti menerima suap senilai 163.733 dolar AS dan Rp 611.022.932 serta gratifikasi sejumlah 700 ribu dolar Singapura dan Rp 600 juta.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA