Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Siswa SD-SMP di Bandung Antusias Mendapat Anak Ayam

Kamis 21 Nov 2019 13:50 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Rdwan/ Red: Andi Nur Aminah

Perwakilan siswa menunjukan anak ayam yang diberikan Wali Kota Bandung Oded M Danial di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/11/2019).

Perwakilan siswa menunjukan anak ayam yang diberikan Wali Kota Bandung Oded M Danial di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/11/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Anak ayam tersebut sengaja dibagikan oleh pemerintah untuk dipelihara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebagian siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Bandung mengaku antusias dan senang mendapatkan anak ayam. Anak ayam tersebut sengaja dibagikan oleh pemerintah untuk dipelihara. Mereka mengaku akan mengurus anak ayam tersebut hingga tumbuh dewasa dan diharapkan bisa menghasilkan.

Baca Juga

"Senang sekali menerima satu ekor anak ayam, saya akan memeliharanya," ujar Nazril Muhammad Ibrahim (11), siswa kelas 5 SD Cempaka Arum saat ditemui di acara Bandung Menanam Jilid I, di kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Kamis (21/11).

photo
Wali Kota Bandung, Oded M Danial secara simbolis resmi meluncurkan program pembagian 10 ekor anak ayam kepada siswa SD dan SMP, penanaman 81 ribu pohon produktif dan keras serta menyalurkan benih ikan di kolam retensi Rancabolang, Gedebage, Kamis (21/11).

Sebelumnya, ia mengaku pernah memelihara satu ekor kelinci. Namun saat ini sudah diberikan kepada orang lain karena dia sibuk. Nazril mengaku mendapat sosialisasi tentang pembagian anak ayam namun tidak diberitahu tentang cara memelihara anak ayam. "Saya enggak merasa jijik soalnya ayamnya masih kecil," katanya.

Sementara itu, salah seorang siswa SMPN 46, Muhammad Fajrian Adam (13) turut senang mendapatkan seekor anak ayam dari pemerintah kota Bandung. "Nanti mau dipelihara supaya menghasilkan ayam yang sangat baik," katanya.

Dia mengaku sempat memelihara ayam di kampungnya yang berada di Garut. Terdapat perbedaan dalam mengurus ayam kampung dan ayam lainnya, menurutnya memelihara dan merawat ayam kampung lebih mudah. Termasuk menyangkut soal makanan dan kebersihan.

Ia mengaku sudah memperoleh materi tentang tata cara memelihara anak ayam tersebut. Dia mengatakan, beberapa di antaranya seputar cara membuat kandang dan cara membersihkan kandang. Dia pun mengaku ditugaskan untuk membuat laporan. "Kondisi berat dan tinggi (anak ayam) harus dipantau," katanya.

photo
Perwakilan siswa menunjukkan anak ayam yang diberikan Wali Kota Bandung Oded M Danial di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/11/2019).

Guru Bahasa Indonesia SMPN 46 Bandung, Suhartini mengaku sejak program tersebut dilaksanakan, para siswa mendapatkan sosialisasi dan motivasi tentang memelihara anak ayam. Selain itu, para siswa dicek latar belakangnya menyangkut ketertarikannya memelihara hewan.

"Anak-anak mendapatkan pemahaman awal (tata cara memelihara). Selanjutnya anak-anak diberi satu ekor ayam dan dibagi menjadi lima kelompok. Mereka saling memperhatikan dan diharapkan membentuk karakter dan tanggung jawab," katanya.

Menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan format laporan dari awal anak-anak mengamati anak ayam hingga perkembangannya. Menurutnya, pengawasan akan dilakukan dengan mendatangi rumah siswa.

"Kemarin sosialisasi dari dokter hewan dan kesehatan umum diberikan penjelasan kepada guru bahwa memelihara ayam ada konotasi kotor dan penyakit. Tapi bagaimana cara memelihara ayam agar sehat pemeliharaan kandang dan pembersihaan. Cara memberikan makan diberi penjelasan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA