Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

MRT Rute HI-Ancol Ditargetkan Rampung 2024

Rabu 20 Nov 2019 13:03 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nidia Zuraya

Warga menggunakan lift Prioritas di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat (15/11).

Warga menggunakan lift Prioritas di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat (15/11).

Foto: Republika/Prayogi
Sementara MRT rute Balaraja-Cikarang ditargetkan selesai dibangun pada 2026

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkap target penyelesaian mass rapid transit (MRT) fase II dengan rute HI-Ancol dan fase III rute Balaraja-Cikarang. Menurut Budi Karya, MRT HI-Ancol yang saat ini dimulai pembangunannya, ditarget selesai pada 2024/2025.

Sementara MRT rute Balaraja-Cikarang ditarget selesai pada 2026. "Yang sudah kita bisa kalkulasi yang dari HI-Ancol kita harapkan 2024-2025 selesai, yang dari Balaraja ke Cikarang itu kira-kira selesai 2026," ujar Budi Karya usai mendampingi delegasi Jepang menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (20/11).

Menurut Budi Karya, MRT Fase III Balaraja-Cikarang itu tengah dalam proses studi. Budi Karya mengungkap, proyek yang merupakan kerja sama dengan Jepang itu masih membutuhkan waktu untuk proses pembebasan lahan di rute fase tersebut.

Sehingga target waktu penyelesaian seperti kereta cepat Jakarta-Surabaya. "Sama seperti Jakarta-Surabaya karena banyak tanah-tanah yang harus dibebaskan tentunya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan," ujar Budi Karya.

Budi Karya melanjutkan, terkait penyelesaian kereta cepat Jakarta-Surabaya juga sedang disiapkan pembangunannya oleh Pemerintah. Rencananya, pembangunan akan dimulai pada 2022 dan ditarget selesai pada 2026.

"Selain kereta dalam kota, kita juga bangun kereta Jakarta-Surabaya yang akan kita siapkan mulai 2022 empat tahun jadi 2026 selesai, kita harapkan Jakarta-Surabaya 5,5 jam," ujar Budi Karya.

Menurut Budi Karya, meski semua proyek tersebut merupakan kerja sama dengan Jepang, namun juga melibatkan kontraktor asal Indonesia. Hal itu merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo dalam semua proyek transportasi di Indonesia.

"Pesen Pak Presiden dua hal, satu adalah bagaiamana kontraktor Indonesia dilibatkan, sehingga ada suatu pembelajaran yang baik,  Jadi one day kita bisa membangun sendiri," ujarnya.

Hari ini, mantan Perdana Menteri Jepang Yasou Fukuda menemui Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Rabu (20/11). Yasou Fukuda juga mengajak serta 26 pengusaha Jepang ke Indonesia dalam kunjungan balasan mewakili Pemerintah Jepang tersebut.

"Kami menyampaikan rasa terimakasih, karena bapak wakil presiden telah berkunjung ke Jepang untuk menghadiri acara penobatan kaisar beberapa waktu lalu dengan mewakili rakyat dan masyarakat Indonesia," ujar Fukuda di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (20/11).

Fukuda mengatakan, ia juga berdiskusi dengan Kiai Ma'ruf tentang kerja sama pembangunan antara Indonesia dan Jepang, baik industri maupun transportasi.

Khususnya di sektor transportasi, menurut Fukuda, setelah kerja sama MRT, Jepang akan membantu Indonesia membangun transportasi kereta api cepat Jakarta-Surabaya. "MRT telah diselesaikan pada beberapa bulan yang lalu, kami akan berusaha untuk pembangunan kereta api juga," ujar Fukuda.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA