Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Tujuh Anak Muda Jadi Staf Khusus Jokowi

Kamis 21 Nov 2019 19:36 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Ma

Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/PMII Aminuddin Ma

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Mereka merupakan profesional yang mengenyam pendidikan di universitas top dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan daftar staf khusus yang akan bertugas membantunya selama lima tahun ke depan. Total, ada 14 posisi staf khusus presiden yang bekerja di bawah komando Jokowi.

Baca Juga

Namun ada tujuh nama anak muda, yang dikenalkan secara khusus oleh Presiden Jokowi kepada awak media di beranda belakang Istana Merdeka. Mereka merupakan profesional muda berusia di bawah 37 tahun yang rata-rata telah mengenyam pendidikan dari universitas top dunia. 

"Sore hari ini saya ingin kenalkan stafsus presiden yang baru, yang tugas khususnya nanti adalah mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Di sini segera kita lihat anak-anak muda semuanya," ujar Jokowi di beranda belakang Istana Merdeka, Kamis (21/11) petang. 

Sosok pertama yang dikenalkan Jokowi adalah Adamas Belva Syah Devara (29 tahun). Belva merupakan pendiri sekaligus CEO Ruangguru, sebuah perusahaan rintisan yang mengembangkan aplikasi pendidikan.

Belva merampungkan pendidikan S1 di NTU Singapura dan S2 di dua kampus sekaligus, yakni Harvard dan Stanford University di Amerika Serikat. Pemuda ini juga masuk dalam Forbes 30 under 30 dan sempat mendapat medali emas dari Lee Kuan Yew dari NTU Singapura.

Staf khusus kedua yang dikenalkan, Putri Indahsari Tanjung (23 tahun). Putri dari pengusaha Chairul Tanjung ini merampungkan pendidikan sarjana di Academy of Art University di San Fransisco, AS. Putri juga merupakan pendiri sekaligus CEO Creativepreneur Event Creator. 

Ketiga, Andi Taufan Garuda Putra (32 tahun). Taufan merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pendidikan sarjana dan Harvard Kennedy School dalam meraih gelar MBA. Karir Taufan lebih banyak di bidang entreprenuer dan UMKM. Taufan merupakan pendiri sekaligus CEO Amarta Micro Fintech. 

Keempat, Ayu Kartika Dewi, (36 tahun). Ayu merupakan pendiri sekaligus mentor Gerakan Sabang Merauke dan Managing Director di Indika Foundation.

Jokowi menyebutkan, sosok Ayu memiliki misi yang kuat untuk merekatkan pesaturan di tengah kebinekaan. Ayu juga mengenyam pendidikan di luar negeri, yakni Duke University, AS. 

Staf Khusus Presiden kelima, Gracia Billy Mambrasar (35 tahun). Putra Papua lulusan Australia National University ini merupakan pendiri sekaligus CEO Kitong Bisa. Billy juga disebut akan melanjutkan kuliah doktoralnya di Oxford University. 

"Billy talenta hebat Tanah Papua yang kita harapkan bisa berkontribusi dengan gagasan inovatif CEO Kitong Bisa," kata Jokowi. 

Kemudian ada Angkie Yudistia (32 tahun), staf khusus keenam yang dikenalkan Jokowi. Angkie merupakan pendiri Thisable Enterprise. Angkie juga mendapat tugas tambahan sebagai juru bicara presiden bidang sosial. Jokowi menyebut Angkie merupakan penyandang disabilitas (gangguan pendengaran) yang sukses membangun gerakan socioprenuer. 

Ketujuh, ada Aminuddin Ma'ruf (33 tahun) yang mantan ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Jokowi secara khusus meminta Aminuddin untuk berkeliling pesantren untuk mengumpulkan gagasan dan inovasi baru. 

"Saya yakin pesantren bisa lahirkan talenta hebat untuk majukan bangsa," kata Jokowi. 

Jumlah staf khusus presiden periode 2019-2024 ini lebih banyak dibanding jumlahnya pada periode sebelumnya, 2014-2019. Periode sebelumnya, Jokowi mengangkat 12 staf khusus.

Soal pembidangan tugas, Jokowi menyebutkan, tidak ada pembagian bidang kerja bagi staf khususnya kali ini. Bahkan, Jokowi menyebut bahwa para staf khususnya akan bekerja 'berbarengan'. 

Tak hanya itu, Jokowi juga tidak mewajibkan seluruh staf khususnya untuk bertatap muka dengan dirinya setiap hari. Jokowi memaklumi seluruh staf khususnya memiliki kesibukan masing-masing sesuai profesionalisme yang dimiliki sebelumnya. Setidaknya, ujar Jokowi, staf khusus akan menghadap dan memberi masukan kepada dirinya minimal setiap dua pekan. 

Selain tujuh nama baru tersebut, Jokowi juga menetapkan lima 'wajah lama' yang masih akan mengisi jabatan staf khusus presiden. Kelimanya adalah Anak Agung Gde Ngurah Air Dwipayana, Sukardi Rinakit, Arif Budimanta, Diaz Hendropriyono, dan Dini Shanti Purwono. 

Selain 12 nama ini, masih ada satu posisi Fadjroel Rachman yang lebih dulu dilantik sebagai juru bicara kepresidenan dan satu lagi asisten pribadi Jokowi.

Jokowi mengaku mengarapkan seluruh stah khususnya mampu memberikan inovasi dan gagasan baru serta terobosan baru untuk membangun Indonesia. Misalnya, presiden mengatakan, inovasi di bidang teknologi berkaitan dengan konektivitas antarpuskesmas di seluruh Indonesia.

Bisa juga, inovasi berupa aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh para guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan. "Kerja dengan saya pasti ada target, tapi saya tidak ingin setiap hari beliau-beliau ini ke sini. Yang penting target yang saya berikan, outputnya bisa dapat dan bisa dimanfaatkan untuk perbaikan sistem," kata Jokowi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA