Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Kebun Raya Liwa, Etalase Hutan Hujan Tropis di Lampung

Jumat 22 Nov 2019 02:25 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Kebun Raya Liwa di Kabupaten Lampung Barat.

Kebun Raya Liwa di Kabupaten Lampung Barat.

Foto: ANTARA/Budisantoso Budiman
Kebun Raya Liwa dikembangkan menjadi etalase Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG BARAT -- Jangan dulu kita membayangkan keberadaan Kebun Raya Liwa (KRL) di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, seperti wujud Kebun Raya Bogor di Bogor, Jawa Barat, yang sudah lama tersohor itu.

Dalam banyak hal masih banyak perbedaannya. Namun, setidaknya Provinsi Lampung kini telah memiliki kebun raya tersendiri, sehingga tidak perlu lagi jauh-jauh harus pergi ke Bogor untuk berwisata ke kebun raya.

Setidaknya di Pulau Sumatra ini, selain KRL di Lampung Barat, masih ada sedikitnya sembilan kebun raya telah dikembangkan di berbagai daerah di Pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa ini.

Ayo, kita bandingkan Kebun Raya Bogor yang luasnya hanya mencapai 87 hektare, namun telah memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan, termasuk jenis langka di dunia.

Kebun Raya Bogor juga sudah lama eksis, didirikan pada 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Belanda saat itu Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg.

Kebun Raya Bogor sudah berusia ribuan tahun, sementara Kebun Raya Liwa baru berusia beberapa tahun ini.

Kebun Raya Liwa terletak di Desa (Pekon) Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Liwa, Kabupaten Lampung Barat, berluas 86,68 ha dengan tema utama koleksi dan konservasi tanaman hias Indonesia.

Kepala Unit Pelaksana Teknis KRL, Sukimin menjelaskan pendirian KRL diinisiasi sejak tahun 2005, dengan kesepahaman (MoU) antara Bupati Lampung Barat dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tanggal 23 Agustus 2005.

Pada 2007, masterplan KRL disusun oleh Kementerian PUPR dan di-review bersama LIPI serta disusun pula Detail Engineering Design (DED)-nya. KRL pun diresmikan pada Selasa, 5 Desember 2017 oleh Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri dan Plt Kepala LIPI Prof Dr Bambang Subiyanto MSc.

Peresmian ini menandai peluncuran serta dibuka untuk umum KRL yang berada pada wilayah dengan ketinggian 830-945 meter dari permukaan laut (mdpl).

Kondisinya berbukit-bukit dan dikelilingi kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) memberikan pemandangan yang indah. Keberadaan kebun raya ini dikembangkan untuk menjadi etalase TNBBS yang berada di kawasan sekitarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA