Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Skuter Listrik Dilarang Melintas di Trotoar dan Jalur Sepeda

Jumat 22 Nov 2019 14:39 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Esthi Maharani

Warga memanfaatkan pelayanan sewa skuter listrik di kawasan Menteng, Jakarta, Ahad (17/11/2019).

Warga memanfaatkan pelayanan sewa skuter listrik di kawasan Menteng, Jakarta, Ahad (17/11/2019).

Foto: Antara/Risky Andrianto
Skuter listrik hanya boleh melintas di beberapa tempat tertentu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, skuter listrik hanya boleh melintas di beberapa tempat tertentu seperti kawasan GBK, mal, bandara, atau kawasan yang tidak mengganggu pengendara lainnya. Yusuf menyebut, skuter listrik dilarang melintas di trotoar.

"Kalau trotoar itu penggunaannya untuk pejalan kaki, selain pejalan kaki itu tidak boleh, tetap kita tindak," kata Yusuf di simpang FX, Sudirman, Jakarta, Jumat (22/11).

Yusuf menuturkan, jika skuter listrik digunakan di trotoar dapat membahayakan pejalan kaki. Selain di trotoar, skuter listrik juga dilarang digunakan di jalur khusus sepeda kecuali skuter milik sendiri dan bukan sewaan.

"Otopet tidak bisa di jalur sepeda, kan bukan sepeda itu, kalau masuk ya kita lakukan pendidikan juga," ujar Yusuf.

Namun, Yusuf menjelaskan, pihaknya tidak akan langsung melakukan penilangan terhadap pelanggar. Polisi akan melakukan teguran terlebih dahulu untuk kembali menggunakan skuter listrik di jalur yang telah diijinkan. Jika pengguna tetap membandel, polisi baru akan menindak tegas.

"Kita akan sita kendaraan itu, kita berikan surat tilang dan kemudian proses selanjutnya kita lakukan sesuai aturan yang berlaku," papar Yusuf.

Meski demikian, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengungkapkan, skuter listrik tetap boleh digunakan di jalur sepeda. Namun, dengan catatan skuter listrik yang digunakan bukanlah sewaan milik perusahaan.

"Belum masuk jalur sepeda untuk (kendaraan milik) pribadi. Karena ini sebagai alat angkut perorangan," tutur Syafrin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA