Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Gempa Magnitudo 6,1 Landa Papua Barat, tak Potensi Tsunami

Sabtu 23 Nov 2019 21:33 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Gempa. Ilustrasi

Gempa. Ilustrasi

Foto: Reuters
Warga tak merasakan gempa magnitudo 6,1.

REPUBLIKA.CO.ID,  SORONG— Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, Sabtu, pukul 21.11 WIT. Gempa tidak berpotensi tsunami. 

Baca Juga

Berdasarkan data BMKG Sorong, gempa tersebut terletak di koordinat 1.69 lintang utara dan 132.90 bujur timur, berjarak 280 km timur laut Kabupaten Tambrauw dengan kedalaman 10 km.

Berdasarkan informasi dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dipantau ANTARA, Jakarta, gempa itu terjadi di kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut 280 kilometer Timur Laut Tambrauw.

Gempa bumi magnitudo 5,5 terjadi di 136 kilometer Timur Laut Maluku Barat Daya pada pukul 18.39 WIB di kedalaman 155 kilometer.

Dua gempa tersebut tidak dirasakan masyarakat. Korinus Yesnat warga pesisir Sausapor Kabupaten Tambrauw yang dihubungi dari Sorong, Sabtu pukul 22.00 WIT, mengatakan bahwa tidak merasakan guncangan gempa bumi tersebut.

Hal senada juga dikatakan  Dely warga Distrik Fef kabupaten Tambrauw bahwa dirinya bersama keluarga bahkan tetangga di sekitarnya tidak merasakan guncangan gempa bumi tersebut.

"Kami mendapat informasi dari media sosial yang ramai diperbincangkan bahwa kabupaten Tambrauw diguncang gempa magnitudo 6,1 namun kami tidak merasakan getaran gempa tersebut," ujar Dely

Berdasarkan data yang diperoleh dari BMKG Sorong menyebutkan bahwa gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 1.69 lintang Utara dan 132.90 bujur timur yang berjarak 280 km Timur Laut kabupaten Tambrauw dengan kedalaman 10 km.

Sesuai peta gempa tersebut tidak ada skala MMI sehingga tidak terasa sampai di dataran. Gempa bumi tersebut juga tidak berpotensi terjadinya tsunami di kabupaten Tambrauw.     

Namun, jika suatu ketika ada gempa kuat dirasakan, sesuai imbauan BMKG, masyarakat harus melindungi badan dan kepala dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dan lain-lain, mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan; serta lari ke luar rumah atau bangunan apabila masih dapat dilakukan.

 

 

   

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA