Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Muhammadiyah Minta Pemerintah Arusutamakan UMKM

Selasa 26 Nov 2019 17:54 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Dwi Murdaningsih

Dana bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). (ilustrasi)

Dana bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). (ilustrasi)

Foto: www.inilahjabar.com
UMKM jumlahnya 99,99 persen dari unit usaha yang ada di negeri ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi Anwar Abbas meminta pemerintah mengarusutamakan usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM). Menurut dia, satu masalah besar yang akan dihadapi bangsa ini ke depan adalah tingkat pengangguran yang tinggi. Sebab menurutnya, banyak usaha dalam negeri yang akan gulung tikar bila mereka tidak bisa bersaing dengan barang-barang impor.

"Sehingga PHK terjadi di mana-mana. Untuk menghadapi dan mengatasi hal demikian, maka pemerintah harus membuat kebijakan yang lebih memberikan arus pengutamaan terhadap UMKM bukan kepada usaha-usaha besar," kata dia dalam keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Senin (25/11).

Anwar mengungkapkan, kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam menciptakan dan mengadakan lapangan kerja jauh lebih banyak dari usaha besar. Untuk itu, dia mengatakan, Muhammadiyah meminta kepada pemerintah agar Kementerian Koperasi dan UKM diarusutamakan.

"Agar dijadikan salah satu kementerian yang diarusutamakan mengingat arti pentingnya dalam memperkuat UMKM yang jumlahnya 99,99 persen dari unit usaha yang ada di negeri ini," katanya.

Anwar menambahkan, peninjauan terhadap regulasi yang ada dan tidak berpihak kepada UMKM sangat perlu dilakukan. Sebab dengan begitu UMKM akan bisa menggeliat sehingga UMKM sebagai lembaga ekonomi yang paling banyak memerlukan tenaga kerja bisa hidup dan berkembang.

"Dengan demikian, diharapkan pendapatan dan daya beli masyarakat bisa meningkat dan itu jelas sangat penting dan berarti bagi terciptanya kehidupan perekonomian  nasional yang lebih baik," tuturnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA