Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Soal HRS, Ketum FPI: Kami tak Berharap pada Prabowo

Sabtu 30 Nov 2019 13:36 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Ratna Puspita

Ketua FPI - KH. Ahmad Sobri Lubis

Ketua FPI - KH. Ahmad Sobri Lubis

Foto: Republika/Putra M. Akbar
FPI tidak pernah membuat kesepakatan dengan Prabowo untuk memulangkan HRS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), KH Ahmad Sobri Lubis mengatakan, pihaknya tak menggantungkan harapan kepada Prabowo Subianto atau Partai Gerindra untuk bisa memulangkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) dari Arab Saudi. FPI tidak pernah membuat kesepakatan dengan Prabowo untuk memulangkan HRS yang tak bisa keluar dari Arab Saudi.

Baca Juga

KH Sobri mengatakan FPI mempersilakan saja Prabowo untuk melihat dan mengurus kasus ini dari perspektif politik. "Kalau Pak Prabowo pernah janji mau pulangkan HRS, ya silakan. Niatian baik, dia terpuji," kata KH Sobri kepada wartawan di gedung Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta, Jumat (29/11).

KH Sobri pun mengaku, FPI sudah mengerahkan segala daya upaya agar HRS bisa pulang. Sebab, ia tak ingin lagi polemik ini semakin berlarut-larut dan semakin menguras tenaga bangsa. 

Ia menilai, pemerintah selama ini cenderung tak serius mengupayakan pemulangan HRS dengan saling melempar tanggung jawab. "Itu menunjukkan kualitas yang tidak baik menjalankan roda pemeritahan," ucapnya.

Panitia Reuni 212 saat ini tengah mengupayakan pemulangan Imam Besar FPI Habib Riziq Syihab (HRS) agar bisa menghadri acara Reuni Akbar 212. Dua orang utusan sudah dikirim ke Arab Saudi untuk menjemput dan mengurus pemulangan HRS sebelum acara Reuni 212 dimulai pada Senin (2/12) dini hari.

Sebelumnya, Prabowo Subianto ketika berkampanye sebagai calon presiden menyatakan janji akan menjemput HRS setelah dirinya memenangkan Pilpres 2019. Hal tersebut ia sampaikan saat berkunjung ke Pondo Pesantren Mamba'ul Ulum di Pamekasan, Madura, Selasa (27/2).

Pilpres 2019 telah berakhir. Joko Widodo (Jokowi) berhasil memperpanjang masa tugasnya di istana keperesidenan. Prabawo sebagai pihak yang kalah ternyata memilih bergabung ke kabinet Jokowi sebagai Menteri Pertahanan. Setelah menjadi menteri, Mantan Danjes Kopassus itu sempat berencana untuk berbicara dengan Jokowi dan Pihak Arab Saudi terkait kasus HRS.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA