Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Reuni 212 Diharapkan Sampaikan Pesan Produktif

Senin 02 Dec 2019 07:56 WIB

Red: Budi Raharjo

Peserta Reuni 212 sedang mendengarkan sambutan-sambutan dari panitia Reuni 212 di Monas, Jakarta, Senin (2/12).

Peserta Reuni 212 sedang mendengarkan sambutan-sambutan dari panitia Reuni 212 di Monas, Jakarta, Senin (2/12).

Foto: Fuji EP/Republika
Umat Islam diharapkan bisa membangun bangsanya, keluarganya dan dirinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berpesan kepada peserta Reuni 212 agar menyampaikan pesan-pesan produktif. Reuni 212 dijadwalkan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Senin (2/12) mulai jam 02.30 WIB sampai 08.30 WIB.

"Saya pesan (di Reuni 212), pesan-pesan produktif harus disampaikan, pesan-pesan produktif itu bagaimana, biar bangsa Indonesia itu bisa menjadi pembayar zakat terbesar, individu-individu umat Islam bisa jadi pembayar zakat yang banyak, itu pesan-pesan produktif," kata Ketua PBNU Marsudi Syuhud kepada Republika, Ahad (1/12).

Ia mengatakan, dengan menyampaikan pesan-pesan produktif, diharapkan umat Islam bisa membangun bangsanya, keluarganya dan dirinya. Maka, jangan sampai Reuni 212 menyampaikan pesan-pesan yang negatif. Dia juga menyampaikan, Reuni 212 adalah hak mereka yang ingin melaksanakannya. Negara demokrasi tidak melarang warganya untuk melaksanakan Reuni 212.

"Kita hidup di negara demokrasi, negara demokrasi tidak melarang (Reuni 212) karena tidak melarang maka yang terpenting lakukan dengan damai, lakukan dengan akhlak yang mulia, jangan saling membenci," ujarnya.

Baca Juga

KH Marsudi juga mengingatkan agar peserta Reuni 212 dalam menyampaikan pernyataan dan pidatonya tidak untuk menjelek-jelekkan orang lain. Serta jangan menjelekkan golongan dan organisasi lain.

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berpesan kepada aparat keamanan khususnya polisi agar tidak represif saat mengamankan Reuni 212. "Aparatur keamanan, khususnya polisi jangan sampai represif jika sampai terjadi kekerasan bisa menimbulkan masalah yang berkepanjangan," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti kepada Republika, Ahad.

Mu'ti juga berpesan kepada para peserta Reuni 212 agar menjaga ketertiban, kebersihan, dan kesantunan. Supaya tidak menimbulkan ketegangan dengan aparat dan meresahkan masyarakat.

Menurutnya, sepanjang sesuai dengan prosedur maka Reuni 212 dan berbagai aksi lainnya tidak boleh dilarang. "Kalau (Reuni 212) sudah mendapatkan izin, tugas aparatur keamanan adalah untuk mengamankan dan menjaga agar aksi tetap kondusif dan tidak merugikan pihak mana pun baik moril maupun materiil," ujarnya.

Mu'ti juga menyampaikan, PP Muhammadiyah tidak melarang anggotanya untuk turut serta Reuni 212. Namun, PP Muhammadiyah melarang anggota membawa atribut dan menggunakan fasilitas organisasi.

photo
Peserta Reuni 212 melaksanakan shalat subuh berjamaah di halaman Monas pada Senin (2/12).

Sementara itu, Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Ustaz Haikal Hassan meminta semua pihak untuk mengambil sisi positif dari penyelenggaraan Reuni 212. Dia menjelaskan, reuni ini tiap tahun digelar sebagai pengingat bahwa bangsa yang besar itu bisa berada dalam satu kemajemukan yang bersatu.

Haikal menjelaskan, agenda reuni 212 dimulai sejak waktu dini hari, yakni tahajud, kemudian lanjut dengan pembacaan doa, zikir, dan tentunya perayaan Maulid akbar. "Karena, reuni ini sekaligus Maulid akbar. Baca Maulid dan sambutan dari para tokoh, lalu selesai, jadi diharapkan jam 9 pagi itu sudah selesai. Mulainya dari shalat Tahajud," tutur dia.

Dari pihak Masjid Istiqlal, Wakil Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah mengatakan, tidak ada persiapan untuk menampung jamaah reuni 212. Ini karena Masjid Istiqlal sedang melakukan renovasi menyeluruh. "Panitia Reuni 212 tidak ada koordinasi dengan kami," jelas dia kepada Republika, Ahad (1/12).

Jika memang ada yang menginap di masjid istiqlal, itu merupakan inisiatif pribadi. Karena, saat ini fasilitas air di toilet, kamar mandi, dan tempat wudhu hanya tinggal 15 persen.

Selain itu, lantai utama koridor dan teras juga sangat tidak layak dipakai untuk tidur karena berdebu. Abu Hurairah menyerahkan kepada pihak keamanan dan kontraktor proyek untuk imbauan jamaah yang menginap. N fuji eka permana/umar mukhtar/ratna ajeng tejomukti, ed: agus raharjo

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA