Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Acara Wisuda Berubah Menjadi Kabar Duka

Selasa 03 Dec 2019 06:19 WIB

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Bilal Ramadhan

Ilustrasi petugas mengidentifikasi jenazah.

Ilustrasi petugas mengidentifikasi jenazah.

Foto: Antara/Bima
Korban mendapat luka serius di kepala sehingga mengalami pendarahan parah.

REPUBLIKA.CO.ID, Ahad, 1 Desember 2019 menjadi hari bahagia bagi para calon wisudawan dan wisudawati Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Tampaknya hari itu merupakan momen yang dinantikan oleh para mahasiswa akan perubahan status menjadi sarjana. Termasuk calon wisudawan Nurul Faqih (22 tahun) dari Fakultas Psikologi yang baru saja menyelesaikan studinya dan akan melangsungkan pelantikan kelulusan.

Wisuda UIN Syarif Hidayatullah biasanya dimulai pada pukul 07.30 WIB. Bagi para calon wisudawan maupun wisudawati diwajibkan hadir di gedung Auditorium pada pukul 07.00 WIB. Bagi seluruh wisudawan dan wisudawati diharapkan segera mempersiapkan diri sebelum melaksanakan momen kelulusan.

Lantaran proses wisuda cukup menguras sejumlah tenaga. Namun kabar duka datang bagi keluarga besar UIN Jakarta. Nurul Faqih dari Fakultas Psikologi meninggal beberapa saat sebelum melaksanakan wisuda. Faqih meninggal sesaat alami kecelakaan pada pagi hari ketika berangkat menuju gedung wisuda yang terletak di Kampus satu, UIN Jakarta.

Dari keterangan kepolisian, mahasiswa Fakultas Psikologi ini mengalami kecelakaan ketika sedang mengendarai sepeda motor di Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Kecelakaan tersebut melibatkan antara dua kendaraan sepeda motor. Kondisi jalan yang menikung membuat salah seorang pengendara tergelincir dan memasuki jalur arah berlawanan.

Kapolsek Ciputat, Kompol Endy Mahandika, kecelakaan tepat terjadi pukul 05.00 WIB. Kompol Endy mengatakan, sepeda motor yang dikendarari Faqih bertabrakan dengan sepeda motor lain dari arah berlawanan. Faqih tewas di lokasi sedangkan pengguna motor lainnya yang belum diketahui identitasnya alami luka-luka. “Adu banteng,” Kata Endy, Selasa (2/12).

Saat kecelakaan, orang tua Faqih sudah menunggu di kampus UIN Jakarta. Tidak sabar ingin segera melihat anaknya telah sukses menyelesaikan masa studynya. Cukup lama orang tua Faqih menunggu datangnya sang anak.

Hingga orang tua Faqih sempat mencari dan menanyakan anaknya yang tak kunjung datang. Momen kebahagian orangtua harus pupus ketika harus menerima kenyataan pahit.

"Infonya demikian, karena tadi dari satpam dan petugas kita yang jaga pengamanan wisuda UIN itu ada orang tua mencari anaknya. Kemudian disampaikan bahwa anaknya meninggal pada saat kecelakaan tadi pagi," kata Endy.

Kanit Laka Lantas Polres Tangsel, Iptu Dhady Arsya menjelaskan, saat itu Faqih mengendarai sepeda motor dari arah Kampus Kedokteran UIN Jakarta menuju ke arah Legoso. Sementara dari arah sebaliknya, ada pemotor lain yang mengendarai skuter matik berboncengan dengan temannya yang belum diketahui identitasnya.

Sesampainya di depan kantor Ben's Radio Ciputat, diduga pengguna skuter matik hilang kendali banting setir ke kanan karena kondisi jalan yang menikung. Akhirnya kecelakaan terjadi yang menewaskan wisudawan Faqih di tempat. Korban mendapat luka serius di kepala sehingga mengalami pendarahan parah.

“Jenazah dibawa menuju RS Fatmawati, Jakarta Selatan,” jelas Dhady.

Beberapa sahabatnya mengisahkan momen-momen berkesan semasa almarhum masih hidup. Kata Ridwan (28 tahun), Faqih selalu mengingatkan rekan-rekannya ketika sedang berkumpul untuk melaksanakan salat. “Faqih juga merupakan sosok yang selalu memberikan bantuan tanpa meminta imbalan,” tutur Ridwan.

Prosesi wisuda yang sedianya penuh rasa bahagia, berubah menjadi haru. Ijazah yang seharusnya diterima oleh Faqih diwakilkan oleh keluarga. Kakak Faqih Imron Rosyadi yang akhirnya mengambil ijazah adiknya itu. “Ijazah diambil keluarga almarhum,” kata Rosyadi.

Sebelumnya, dari pihak keluarga dan para sahabat, Faqih tidak menunjukkan ada pesan dan gelagat aneh bahwa dirinya akan pergi untuk selamanya. Semua kegiatan dan bahkan aktivitas sehari-hari berjalan seperti biasanya.

Semalam sebelum diwisuda Faqih juga bersama sang kakak sempat bersama menghabiskan sepiring nasi goreng berdua. “Faqih masih bercanda semalam dengan saya,” ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA