Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Dua Kandidat Ini Dorong Pemilihan Caketum Golkar Tertutup

Senin 02 Dec 2019 18:49 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Caketum Golkar Agun Gunandjar resmi mengumpulkan formulir pendaftaran sebagai caketum ke DPP Golkar, Jakarta, Senin (2/12).

Caketum Golkar Agun Gunandjar resmi mengumpulkan formulir pendaftaran sebagai caketum ke DPP Golkar, Jakarta, Senin (2/12).

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Agun Gunandjar dan Derek Loupatty meramaikan pemilihan calon ketua umum Golkar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga Senin (2/12) sore, satu per satu bakal calon ketua umum Golkar resmi menegaskan niatnya sebagai orang nomor satu Golkar dengan mengumpulkan kembali berkas pendaftaran, tak terkecuali Agun Gunandjar dan Derek Loupatty. Setelah mengumpulkan formulir, keduanya menekankan agar pemilihan dibuat langsung dan tertutup.

Agun Gunandjar menilai, surat dukungan tertulis dan terbuka sebesar 30 persen dari pemilik seperti yang awalnya disyaratkan Komite Pemilihan tak masuk akal. Agun pun menilai, penjaringan dukungan dengan cara seperti itu sangat sarat dengan politik uang.

"Tidak mungkin dukungan secara tertulis gratisan," ujarnya, setelah menyerahkan formulir pendaftaran dan berkas.

Baca Juga

Salah satu tokoh senior Golkar ini juga mengatakan, dirinya berani dan mampu bersaing dengan calon ketua umum lain yang dianggap kuat, seperti Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). Asalkan, kata Agun, pemilihan dalam munas itu dilakukan dengan cara yang adil.

"Saya merasa mampu dan siap memenangkan kalau dilakukan secara fair," kata dia.

"Lakukan (penjaringan) 30 persen itu di bilik suara. Lakukan dengan cara langaung, umum bebas dan rahasia. Kalau tertulis, itu bentuk ketidakadilan dan ketidakjujuran," ucap Agun.

photo
Caketum Golkar Derek Loupatty resmi mengumpulkan formulir pendaftaran sebagai caketum ke DPP Golkar, Jakarta, Senin (2/12). (Republika/Arif Satrio Nugroho)
Bakal Calon Ketua Umum Golkar Derek Loupatty juga mengungkapkan hal yang serupa. Ia mengaku tak memenuhi syatat dukungan tertulis 30 persen dari pemilik suara.

Ia pun turut meminta agar pemilihan itu dilakukan dengan cara langsung. "Karena pemilihan presiden pun secara langsung, saya usulkan pemilihan ketua Golkar dilakukan secara langsung," ujar dia menegaskan.

Sebelumnya, Bamsoet juga menginkan mekanisme pemilihan tertutup, bukan melalui surat terbuka seperti yang diusung tim Caketum Pejawat Airlangga Hartarto. Keinginan pemilihan tertutup ini sama seperti calon lain seperti Indra Bambang Utoyo, yang menilai pemilihan ini lebih demokratis.

Setidaknya ada sembilan kader yang sudah mengambil formulir pendaftaran. Mereka adalah Ahmad Anama, Indra Bambang Utoyo, Ridwan Hisjam, Agun Gunandjar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), M. Aris Mandji, Derek Loupatty dan Mohammad Ali Yahya, dan Airlangga Hartarto. Dari sembilan nama itu, hingga Senin (2/12) sore, sejumlah kader sudah mengumpulkan kembali formulir pendaftaran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA